Minggu, 08 Maret 2026

Nasib Bank NTT Jadi Perseroda, Melki Laka Lena: Ini Bukan Sekadar Ganti Nama!

KUPANG, PENA INDONESIA – Masa depan PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) memasuki babak baru. Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, secara resmi menyampaikan jawaban pemerintah atas pandangan Fraksi-Fraksi DPRD NTT terkait transisi status hukum bank kebanggaan masyarakat Flobamora tersebut menjadi Perseroan Daerah (Perseroda).

​Dalam Rapat Paripurna ke-70 yang berlangsung di Ruang Sidang Utama DPRD NTT, Jumat (6/3/2026), Gubernur Melki menegaskan bahwa perubahan status ini merupakan langkah krusial, bukan sekadar formalitas di atas kertas.

Mengejar Tata Kelola Kelas Wahid
​Dihadapan Ketua DPRD NTT, Emilia Nomleni, dan para anggota dewan, Gubernur menekankan bahwa status Perseroda adalah pintu masuk menuju penerapan Good Corporate Governance (GCG) yang lebih ketat.

​"Kami sepakat bahwa ini bukan formalitas administratif. Ini adalah langkah strategis untuk mendorong transformasi manajemen yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel," ujar Melkiades Laka Lena.

​Pemerintah Provinsi NTT memproyeksikan Bank NTT sebagai motor utama penggerak ekonomi daerah yang harus lincah di tengah kompetisi industri perbankan yang kian digital.

Target Dividen Rp 110 Miliar dan Komitmen UMKM
​Salah satu poin panas yang dijawab Gubernur adalah soal fluktuasi dividen. Melki mengakui adanya tekanan pasca-pandemi dan dinamika kepemilikan saham yang memengaruhi setoran ke kas daerah. Namun, ia optimis menatap tahun anggaran 2026.

1. ​Strategi Penguatan Bank NTT:
​Target Dividen: Rp 110 miliar diupayakan melalui peningkatan profitabilitas.

2. ​Ekspansi Kredit: Fokus pada penyaluran kredit yang selektif dan berkualitas.

3. ​Efisiensi: Penekanan pada biaya operasional dan penguatan fee-based income.

4. ​Dukungan UMKM: Melalui KUR dan KUMU, Bank NTT telah menyentuh 10.000 pelaku usaha dengan plafon Rp 150 miliar.

Menuju Bank Modern
​Lebih jauh, Gubernur menjelaskan bahwa Bank NTT kini tengah bersiap menjadi tulang punggung ekonomi digital di NTT, mulai dari digitalisasi pajak daerah hingga fasilitasi pembayaran retribusi secara elektronik.

​"Transformasi ini adalah momentum pembenahan menyeluruh. Kita ingin Bank NTT menjadi lembaga keuangan yang modern dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan ekonomi yang inklusif," pungkasnya.

​Rapat ini juga dihadiri oleh Plh. Sekda NTT Flori Rita Wuisan, jajaran Staf Ahli, serta para pimpinan BUMD, menandakan solidnya dukungan eksekutif terhadap langkah besar sang "Bank Merah Putih" NTT.

Editor: LL//gpi
Source: biro humas pimpinan Setda Prov NTT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wagub Johni Asadoma: Jangan Tunggu Sekarat, Deteksi Dini Kanker Itu Harga Mati!

KUPANG, Pena Indonesia – Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, melempar peringatan keras kepada warga, khususnya kaum perempuan di NTT. Pesanny...