Dalam Rapat Paripurna ke-70 yang berlangsung di Ruang Sidang Utama DPRD NTT, Jumat (6/3/2026), Gubernur Melki menegaskan bahwa perubahan status ini merupakan langkah krusial, bukan sekadar formalitas di atas kertas.
Mengejar Tata Kelola Kelas Wahid
Dihadapan Ketua DPRD NTT, Emilia Nomleni, dan para anggota dewan, Gubernur menekankan bahwa status Perseroda adalah pintu masuk menuju penerapan Good Corporate Governance (GCG) yang lebih ketat.
"Kami sepakat bahwa ini bukan formalitas administratif. Ini adalah langkah strategis untuk mendorong transformasi manajemen yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel," ujar Melkiades Laka Lena.
Pemerintah Provinsi NTT memproyeksikan Bank NTT sebagai motor utama penggerak ekonomi daerah yang harus lincah di tengah kompetisi industri perbankan yang kian digital.
Target Dividen Rp 110 Miliar dan Komitmen UMKM
Salah satu poin panas yang dijawab Gubernur adalah soal fluktuasi dividen. Melki mengakui adanya tekanan pasca-pandemi dan dinamika kepemilikan saham yang memengaruhi setoran ke kas daerah. Namun, ia optimis menatap tahun anggaran 2026.
1. Strategi Penguatan Bank NTT:
Target Dividen: Rp 110 miliar diupayakan melalui peningkatan profitabilitas.
2. Ekspansi Kredit: Fokus pada penyaluran kredit yang selektif dan berkualitas.
3. Efisiensi: Penekanan pada biaya operasional dan penguatan fee-based income.
4. Dukungan UMKM: Melalui KUR dan KUMU, Bank NTT telah menyentuh 10.000 pelaku usaha dengan plafon Rp 150 miliar.
Menuju Bank Modern
Lebih jauh, Gubernur menjelaskan bahwa Bank NTT kini tengah bersiap menjadi tulang punggung ekonomi digital di NTT, mulai dari digitalisasi pajak daerah hingga fasilitasi pembayaran retribusi secara elektronik.
"Transformasi ini adalah momentum pembenahan menyeluruh. Kita ingin Bank NTT menjadi lembaga keuangan yang modern dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan ekonomi yang inklusif," pungkasnya.
Rapat ini juga dihadiri oleh Plh. Sekda NTT Flori Rita Wuisan, jajaran Staf Ahli, serta para pimpinan BUMD, menandakan solidnya dukungan eksekutif terhadap langkah besar sang "Bank Merah Putih" NTT.
Editor: LL//gpi
Source: biro humas pimpinan Setda Prov NTT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar