KUPANG – Kabut dugaan korupsi kembali menyelimuti Bumi Sabu Raijua. Senin pagi, 9 Maret 2026, suasana di Kantor Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) mendadak tegang. Mantan orang nomor satu di Kabupaten Sabu Raijua, pria berinisial NNRH, terlihat melangkahkan kaki memasuki gedung korps adhyaksa tersebut bukan sebagai tamu kehormatan, melainkan sebagai saksi di bawah bidikan penyidik.
NNRH, yang pernah menjabat sebagai Wakil Bupati sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sabu Raijua, datang memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sabu Raijua. Kehadirannya menjadi babak baru dalam upaya pengungkapan misteri pemberian modal usaha kepada CV. MS tahun 2017—sebuah proyek pemanfaatan pabrik rumput laut yang kini terindikasi menjadi ladang bancakan tindak pidana korupsi.
Langkah Terpaku di Ruang Pidsus
Berdasarkan pantauan di lokasi, NNRH tiba dengan kawalan tenang namun sarat tekanan. Setelah melapor melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), ia langsung digiring menuju ruang "panas" Pidana Khusus (Pidsus). Di sana, tim penyidik yang dipimpin langsung oleh S. Hendrik Tiip, SH (Kasi Pidsus Kejari Sabu Raijua), telah siap dengan rentetan pertanyaan tajam untuk membedah aliran dana dan kebijakan di masa silam.
Pemeriksaan berlangsung maraton. Selama 150 menit—mulai pukul 09.00 hingga 11.30 WITA—sang mantan pemimpin tersebut harus memberikan keterangan terkait bagaimana modal usaha tersebut bisa mengalir dan apa peran di balik terbengkalainya potensi emas hijau (rumput laut) di Sabu Raijua.
Kejaksaan Tegaskan Komitmen
Kepala Kejaksaan Negeri Sabu Raijua, Corneles G.P. Heydemans, SH., MH., melalui Kasi Pidsus S. Hendrik Tiip, membenarkan bahwa pemeriksaan ini adalah langkah krusial dalam pendalaman kasus tipikor ini.
"Kami terus mendalami setiap lini. Pemeriksaan saksi NNRH adalah bagian penting untuk mengurai simpul-simpul dugaan penyimpangan modal usaha CV. MS pada 2017 lalu," tegas pihak Kejaksaan.
Kini, publik Sabu Raijua menanti dengan nafas tertahan. Akankah pemeriksaan ini menjadi kunci pembuka kotak pandora yang selama ini tertutup rapat? Ataukah ini hanya awal dari pengungkapan nama-nama besar lainnya yang ikut menikmati hasil dari proyek rumput laut yang kini layu tersebut?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar