Merespons kondisi tersebut, Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, turun langsung meninjau lokasi pada Rabu (4/3). Didampingi jajaran pimpinan OPD terkait, Wagub melihat dari dekat kondisi dua kapal yang kini teronggok di pesisir akibat putusnya jangkar saat badai menerjang pada Senin (2/3) lalu.
Penyelamatan Aset dari "Amukan" Samudra
Dalam keterangannya, Wagub Johni mengungkapkan bahwa posisi kapal saat ini sebenarnya adalah sebuah keberuntungan di tengah musibah.
"Kapal ini sebelumnya lego jangkar di Hansisi, namun angin kencang memutus rantai jangkarnya. Beruntung kapal-kapal ini terdampar di pantai ini. Jika terbawa hingga ke Samudra Hindia, kita pasti akan kehilangan jejak aset ini sepenuhnya," ujar Wagub di lokasi kejadian.
Asesmen Cepat dan Strategi Optimalisasi
Wagub Johni menegaskan tidak ingin membiarkan aset daerah ini terbengkalai begitu saja. Begitu cuaca kembali bersahabat, tim teknis akan segera melakukan asesmen menyeluruh untuk menentukan nasib kedua armada tersebut.
Mengingat kondisi fisik kapal yang mengalami kerusakan cukup parah, termasuk kebocoran pada bagian lambung, Pemprov NTT kini tengah menimbang beberapa opsi strategis:
1. Rehabilitasi (jika masih memungkinkan secara teknis).
2. Sewa Guna kepada pihak ketiga untuk operasional.
3. Penjualan atau Lelang sebagai langkah terakhir.
Suntikan untuk Program Prioritas
Langkah cepat ini bukan tanpa alasan. Wagub Johni menekankan bahwa setiap rupiah yang bisa diselamatkan dari aset kapal ini—baik melalui sewa maupun lelang—akan dialihkan untuk membiayai kebutuhan mendesak masyarakat.
"Anggaran yang diperoleh nantinya akan kita maksimalkan untuk program prioritas, seperti pengentasan kemiskinan dan penanganan stunting. Ini jauh lebih urgen dan menyentuh langsung pelayanan dasar masyarakat," tegasnya.
Selain KMP Sirung dan KMP Pulau Sabu, Pemprov NTT juga tercatat memiliki tiga aset kapal lainnya, yakni Kapal Baswara 1, Baswara 2, dan Kapal Sasando, yang seluruhnya akan diupayakan untuk dikelola secara lebih produktif guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
EDITOR: LL//gpi
Source: Biro Humas Prov NTT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar