Rabu, 04 Maret 2026

Christian Widodo: Tak Ada Kota Kupang Tanpa Jasa Pensiunan, KOMPAK Siap 'Turun Gunung'

KUPANG, PENA INDONESIA – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa kontribusi para purna tugas (pensiunan) tetap menjadi pilar penting dalam keberlanjutan pembangunan daerah. Hal ini ditegaskannya saat menerima audiensi jajaran pengurus Komunitas Pensiunan Pegawai Negeri Kota Kupang (KOMPAK) di ruang kerjanya, Senin (2/3).

​Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Wali Kota Christian memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif para pensiunan ASN yang enggan berdiam diri pasca-masa bakti.

Memperkuat Wadah Silaturahmi dan Solidaritas
​Ketua KOMPAK, Adrianus Lusi, mengungkapkan bahwa organisasi yang berdiri sejak Mei 2023 ini lahir dari semangat kebersamaan. Dengan 72 anggota aktif, KOMPAK bukan sekadar ruang bernostalgia, melainkan wadah aksi sosial, mulai dari dana solidaritas duka hingga pengawalan isu-isu strategis kota.

​"Kami ingin tetap berkontribusi, minimal untuk saling menopang di antara sesama anggota. Kami juga sedang merampungkan legalitas formal sesuai aturan organisasi kemasyarakatan," ujar Adrianus.

Meluruskan Pagu Indikatif Rp500 Juta
​Menanggapi aspirasi pengurus KOMPAK terkait pagu indikatif kelurahan, Wali Kota Christian memberikan penjelasan jernih agar tidak terjadi misinterpretasi di masyarakat.

​"Alokasi Rp500 juta per kelurahan itu adalah pagu indikatif dalam bentuk program pada perangkat daerah, bukan dana tunai. Kelurahan silakan usulkan prioritas masyarakat—entah itu jalan, drainase, atau lampu jalan—selama sesuai RPJMD, itu harus dieksekusi," tegas Christian.

Komitmen di Tengah Efisiensi Anggaran
​Meski Kota Kupang tengah melakukan efisiensi anggaran sebesar Rp204 miliar pada tahun 2026, Wali Kota memastikan pelayanan dasar seperti Posyandu lansia tetap menjadi perhatian. Ia berjanji akan terus melobi pemerintah pusat untuk menutupi keterbatasan fiskal daerah.

​Selain itu, Christian juga menyentuh isu sensitif mengenai tata ruang, khususnya kebiasaan pemakaman di halaman rumah.
​"Kita tidak boleh membenarkan yang biasa, tetapi harus membiasakan yang benar," tukasnya lugas.

"Tidak Ada Kota Kupang Tanpa Jasa Bapak-Ibu"
​Sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi para pensiunan, Wali Kota menyatakan kesediaannya menjadi Pembina atau Penasehat KOMPAK. Ia juga membuka pintu bagi dukungan hibah daerah di masa mendatang, setelah seluruh syarat legalitas organisasi terpenuhi.

​"Tidak ada Kota Kupang hari ini tanpa jasa Bapak dan Ibu sekalian. Pemerintah siap mendukung dan mengawal kebutuhan KOMPAK sesuai mekanisme yang berlaku," pungkas Christian.

​Hadir dalam pertemuan tersebut, Kepala BKPPD Kota Kupang, Abul Avensius, serta jajaran pengurus teras KOMPAK, termasuk Penasehat Habde Adrianus Dami dan Sekretaris Engel Welkis Yosep Liko Hala.

EDITOR: LL//gpi
SOURCE: PROKOPIM SETDA KOTA KUPANG

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wagub Johni Asadoma: Jangan Tunggu Sekarat, Deteksi Dini Kanker Itu Harga Mati!

KUPANG, Pena Indonesia – Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, melempar peringatan keras kepada warga, khususnya kaum perempuan di NTT. Pesanny...