Saat tiba di SD GMIT Pulelang, Wagub Johni yang didampingi sejumlah pejabat lingkup Pemprov NTT dan Pemkab Alor, memantau langsung proses distribusi makanan di kelas-kelas. Dalam arahannya, Wagub menekankan bahwa program MBG merupakan investasi jangka panjang pemerintah pusat untuk mencetak generasi NTT yang sehat dan cerdas.
"Program ini adalah bukti perhatian Presiden dan Wakil Presiden RI dalam memenuhi kebutuhan gizi anak-anak di daerah. Jika nutrisi tercukupi, kemampuan berpikir dan belajar anak-anak kita akan meningkat secara signifikan," ujar mantan Kapolda NTT tersebut.
Selain meninjau aspek gizi, Wagub Johni juga memotivasi para siswa untuk memperkuat budaya literasi. Menurutnya, membaca buku adalah kunci utama memperluas wawasan untuk meraih cita-cita, di samping menjaga kedisiplinan dan rasa hormat kepada orang tua.
Tekankan SOP Kebersihan di SPPG
Usai dari SD GMIT Pulelang, rombongan bergerak meninjau SPPG Alor Kabola yang menjadi dapur sentral penyediaan makanan. Di lokasi ini, Wagub Johni secara khusus menginstruksikan pengelola untuk memperketat Standar Operasional Prosedur (SOP) kebersihan.
"Penyajian makanan harus sesuai SOP yang ketat. Mulai dari pemilihan bahan, proses memasak, hingga pengantaran dan pembersihan wadah makan atau ompreng, semuanya harus higienis dan aman dikonsumsi," tegas Wagub Johni saat meninjau area dapur dan gudang penyimpanan bahan pangan.
Untuk diketahui, SPPG Alor Kabola saat ini melayani 2.731 penerima yang tersebar di 26 sekolah dan 2 posyandu dengan melibatkan 50 tenaga kerja lokal.
Turut mendampingi Wagub dalam kunjungan tersebut, Staf Ahli TP PKK Provinsi NTT, Vera Asadoma, Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, Ketua DPRD Alor, Paulus Brikmar, serta sejumlah pimpinan OPD Lingkup Pemprov NTT.
Editor: LL//gpi
Source: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar