JAKARTA – Ketua Umum Forum Komunikasi Pejuang Timor Timur (FKPTT), Eurico Guterres, menggelar pertemuan silaturahmi dengan tokoh militer senior, Mayjen TNI (Purn) Zacky Anwar Makarim, di kawasan SCBD Sudirman, Jakarta, pada Rabu (11/2/2026). Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam mematangkan rencana penulisan buku sejarah yang digagas oleh Dewan Pakar FKPTT.
Pertemuan yang berlangsung hangat selama kurang lebih satu jam tersebut tidak hanya sekadar ajang temu kangen, namun juga menjadi ruang diskusi intensif mengenai pendokumentasian sejarah perjuangan warga eks Timor Timur.
Fokus Utama: Melawan Lupa Melalui Literasi
Dalam diskusi tersebut, Eurico menyampaikan bahwa FKPTT tengah menseriusi proyek literasi yang dipimpin langsung oleh Pater Gregor Neonbasu, SVD. Sebagai akademisi sekaligus Ketua Dewan Pakar FKPTT, Pater Gregor bertanggung jawab memastikan riset dan narasi buku tersebut memiliki standar ilmiah yang kuat.
Ada tiga poin krusial yang menjadi bahasan dalam pertemuan tersebut:
- Akurasi Data: Mengonsultasikan fakta-fakta sejarah dengan Zacky Anwar Makarim guna memperkaya perspektif narasi.
- Sudut Pandang Pejuang: Mendokumentasikan catatan sejarah langsung dari kacamata para pelaku perjuangan di lapangan.
- Warisan Generasi: Memastikan adanya sumber informasi yang utuh dan valid bagi generasi mendatang agar sejarah tidak terdistorsi.
Dukungan Tokoh Senior
Mayjen TNI (Purn) Zacky Anwar Makarim menyambut positif inisiatif ini. Menurutnya, langkah FKPTT dalam menyusun buku sejarah adalah upaya penting dalam menjaga ingatan kolektif bangsa.
"Penulisan ini adalah bagian dari upaya kami memastikan bahwa sejarah tidak terlupakan. Tim yang dipimpin Pater Gregor tengah bekerja keras untuk memastikan karya ini memiliki standar ilmiah dan narasi yang kuat," ujar Eurico Guterres seusai pertemuan.
Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen kedua belah pihak untuk terus menjalin komunikasi intensif. Proyek penulisan buku ini diharapkan dapat segera rampung dalam waktu dekat sebagai sumbangsih FKPTT bagi khazanah sejarah Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar