Jumat, 27 Februari 2026

Target Besar dr. Christian Widodo: Jadikan Lasiana dan Oesapa Prioritas Nasional!

KUPANG, PENA INDONESIA – Komitmen Pemerintah Kota Kupang untuk menyulap kawasan pesisir menjadi motor penggerak ekonomi baru semakin nyata. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara khusus mengusulkan dua titik strategis di Kota Kupang untuk masuk dalam prioritas program nasional Kampung Nelayan Merah Putih.

​Usulan tersebut disampaikan langsung kepada Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Sakti Wahyu Trenggono, dalam pertemuan di Kantor Gubernur NTT, Rabu (25/2). Dua lokasi yang dibidik adalah Kelurahan Lasiana dan Kelurahan Oesapa.

Kesiapan Administrasi dan Potensi Besar
​Pemilihan Lasiana dan Oesapa bukan tanpa alasan. dr. Christian menegaskan bahwa kedua wilayah tersebut sudah berstatus clean and clear secara administrasi dan telah melalui proses verifikasi tim KKP.

​"Semua persyaratan sudah siap, tinggal dukungan percepatan. Kami mohon ini bisa menjadi prioritas," ujar Wali Kota dengan nada optimis.

​Data di lapangan menunjukkan potensi yang luar biasa. Kelurahan Lasiana, misalnya, menjadi rumah bagi sekitar 900 nelayan dengan luas kawasan mencapai 9,3 hektare. Potensi produksi ikannya pun tak main-main, menyentuh angka 350 ton per tahun. Meski sempat terkendala kerusakan peralatan akibat bencana beberapa waktu lalu, optimisme kebangkitan ekonomi pesisir tetap membara.

​"Kami percaya membangun pesisir berarti membangun masa depan. Laut adalah sumber kehidupan, maka kesejahteraan nelayan harus menjadi prioritas utama," tegas dr. Christian.

Sinergi Pusat dan Daerah
​Merespons usulan tersebut, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono langsung memberikan lampu hijau. Ia menginstruksikan Dirjen Perikanan Tangkap untuk segera menindaklanjuti rencana ini, mengingat Pemerintah Kota Kupang telah berkomitmen penuh dalam penyediaan lahan.

​Menteri Trenggono menjelaskan bahwa Kampung Nelayan Merah Putih adalah bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ekonomi masyarakat dari bawah, sesuai arahan Presiden.

​"Targetnya bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi bagaimana kawasan pesisir menjadi pusat produksi dan industri perikanan yang berkelanjutan dan berdaya saing," jelasnya.

NTT Menuju Sentra Maritim Nasional
​Selain fokus pada kampung nelayan, KKP juga tengah mendorong percepatan industri garam di NTT, termasuk di Rote. Targetnya ambisius: Indonesia diharapkan berhenti mengimpor garam pada akhir 2027, dengan NTT sebagai salah satu tulang punggung produksinya.

​Apresiasi senada datang dari Wakil Gubernur NTT, Johanis Asadoma. Ia menilai perhatian besar pemerintah pusat melalui KKP telah memberikan dampak nyata bagi penurunan angka kemiskinan dan pembukaan lapangan kerja di Nusa Tenggara Timur.

​Dengan kolaborasi yang solid antara Pemkot Kupang dan Kementerian KKP, masa depan nelayan di Lasiana dan Oesapa kini menatap babak baru yang lebih sejahtera.

Editor: dan//gpi
​Source: Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Secercah Harapan di Namosain: Saat Kemanusiaan Mengetuk Pintu Keluarga Nunbala

​ KUPANG, 15 April 2026 – Di sudut Kelurahan Namosain, Kota Kupang, angin laut membawa aroma garam yang kontras dengan sunyinya sebuah rum...