Dalam arahannya, Serena menegaskan bahwa kehadiran manajemen baru harus membawa perubahan paradigma. Ia menitipkan amanat besar agar PD Pasar tidak lagi terjebak dalam pola kerja lama, melainkan harus mampu melahirkan program strategis yang memberikan keuntungan timbal balik bagi Pemerintah Kota, pedagang, dan masyarakat luas sebagai konsumen.
Fokus Utama: Bedah Infrastruktur yang Terabaikan
Salah satu poin paling krusial dalam kunjungan tersebut adalah sorotan tajam Wakil Wali Kota terhadap kondisi fisik pasar-pasar di Kota Kupang. Serena mengakui bahwa potret infrastruktur pasar saat ini masih memerlukan pembenahan serius di berbagai lini. Ia menekankan bahwa perbaikan sarana dan prasarana adalah harga mati untuk menciptakan rasa aman dan nyaman.
"Pemerintah Kota menitipkan agar ada program yang benar-benar menguntungkan masyarakat dan pedagang kita. Banyak infrastruktur pasar yang perlu dibenahi. Ini perhatian serius kami agar ke depan pasar-pasar kita semakin tertata dan representatif," tegas Serena.
Aspek fisik yang menjadi catatan meliputi perbaikan jalan lingkungan pasar yang rusak, normalisasi saluran drainase untuk mencegah genangan, hingga peremajaan bangunan pasar yang sudah tidak layak. Tujuannya jelas: mengubah kesan kumuh menjadi ruang publik yang modern tanpa menghilangkan esensi pasar tradisional.
Strategi Bazaar Ramadan di Pasar Oebobo
Menjelang bulan suci Ramadan, Serena mendorong PD Pasar untuk melakukan akselerasi program. Salah satu terobosan yang akan segera dieksekusi adalah penyelenggaraan Bazaar Ramadan di Pasar Oebobo. Program ini dirancang sebagai motor penggerak ekonomi musiman yang dikelola secara profesional.
Ia menekankan bahwa Bazaar Ramadan tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. Konsepnya harus tertata, bersih, dan memiliki daya tarik visual agar mampu menyedot animo masyarakat sekaligus meningkatkan omzet pedagang. Serena optimistis, dengan kreativitas manajemen baru, wajah pasar di Kupang dapat bertransformasi menjadi pusat kegiatan masyarakat yang bersih dan nyaman selama bulan suci.
Respons Manajemen: Pembagian Zona dan Transformasi Perumda
Menanggapi instruksi tersebut, Direktur PD Pasar Kota Kupang, Ganda R. T. Tallo, menyatakan kesiapan jajarannya untuk melakukan transformasi total. Baginya, kehadiran Wakil Wali Kota merupakan pemantik semangat bagi seluruh tim manajemen untuk melepaskan peran lama yang sekadar menjadi pengelola, menjadi agen inovasi.
Ganda memaparkan detail teknis terkait rencana Bazaar Ramadan di Pasar Oebobo yang akan dibagi menjadi tiga zona strategis guna menjaga ketertiban dan kenyamanan:
1. Zona Kuliner: Khusus untuk penjualan takjil dan makanan siap saji.
2. Zona Ritel: Difokuskan pada komoditas non-makanan seperti pakaian dan kebutuhan lebaran.
3. Zona Kolaborasi: Ruang khusus untuk pelaksanaan bazaar sembako murah melalui kerja sama dengan dinas terkait.
Meskipun mengakui tantangan berat pada sisi infrastruktur—khususnya pada akses jalan dan sistem drainase—Ganda berkomitmen bahwa PD Pasar akan terus berkoordinasi dengan Tim Teknis Pemerintah Kota untuk mencari solusi percepatan perbaikan. Jika tidak ada kendala teknis, program Bazaar Ramadan ini dipastikan akan mulai berjalan dalam waktu dekat sebagai bukti nyata langkah awal transformasi PD Pasar Kota Kupang.
EDITOR: dwn//gpi
Sumber: Prokopim Setda Kota Kupang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar