KUPANG, 26-02-2026 – Dalam rangka peresmian Gedung baru UPTD SD Impres Naimata bersama WaliKota Kupang dr. Christian Widodo sebagai bagian dari program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2025 sebagai wujud komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam pemerataan mutu dan pelayanan pendidikan.
Dalam sebuah wawancara eksklusif, praktisi pendidikan Jhoni Rihi. S.Pd menekankan bahwa peran pengawas sekolah di era sekarang harus bergeser dari sekadar "pemeriksa dokumen" menjadi mitra strategis bagi sekolah.
Menurut Jhoni, fungsi pengawasan tidak boleh lagi dipandang sebagai momok yang menakutkan bagi guru dan kepala sekolah. Ia membagi esensi pengawasan sekolah ke dalam tiga pilar narasi besar yang saling berkaitan.
Pendampingan di Atas Penghakiman
"Fungsi utama pengawas adalah supervisi akademik, namun caranya harus manusiawi," ujar Jhoni. Beliau menjelaskan bahwa saat melakukan observasi kelas, pengawas tidak boleh datang untuk mencari kesalahan pedagogis, melainkan untuk memberikan pembinaan. Baginya, pengawas adalah seorang coach yang duduk bersama guru untuk menemukan metode pembelajaran yang paling efektif bagi siswa.
Manajerial yang Akuntabel
Selain urusan kelas, Jhoni menyoroti pentingnya supervisi manajerial. Ia menegaskan bahwa pengawas memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan tata kelola sekolah—mulai dari anggaran hingga sarana prasarana—berjalan transparan. "Sekolah yang sehat secara manajerial akan melahirkan iklim belajar yang sehat pula bagi murid," tambahnya.
Pemantauan Standar secara Berkelanjutan
Dalam wawancara tersebut, Jhoni juga mengingatkan bahwa pengawas adalah mata dan telinga Dinas Pendidikan di lapangan. Melalui fungsi monitoring, pengawas memastikan bahwa Standar Nasional Pendidikan (SNP) bukan hanya sekadar tumpukan kertas laporan, melainkan napas dalam kegiatan sehari-hari di sekolah.
Harapan Kedepan
Menutup perbincangan, Jhoni berharap agar para pengawas terus meningkatkan kompetensi digital dan sosial mereka. Di matanya, keberhasilan seorang pengawas tidak diukur dari berapa banyak sekolah yang diberi teguran, tetapi dari berapa banyak sekolah yang berhasil naik level kualitasnya karena pendampingan yang diberikan.
"Pengawas adalah penjaga gawang mutu pendidikan. Jika penjaganya kuat dan suportif, maka tujuan pendidikan nasional akan lebih mudah kita gol-kan bersama," pungkasnya dengan optimis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar