Dukungan ini ditegaskan dr. Christian saat menerima audiensi Ketua PHDI Kota Kupang, dr. I Wayan Ari Wijana, bersama panitia pelaksana di ruang kerjanya, Selasa (24/2). Bagi dr. Christian, perayaan keagamaan adalah wajah asli kerukunan warga Kota Kupang.
Dari Donor Darah Hingga Berbagi Takjil
Ketua PHDI Kota Kupang, dr. I Wayan Ari Wijana, membeberkan agenda besar yang akan dimulai pada 1 Maret mendatang. Menariknya, Nyepi kali ini beririsan dengan momen bulan Ramadan. Umat Hindu akan menggelar Saka Bhoga Sevanam, sebuah aksi sosial di mana umat Hindu membagikan takjil berbuka puasa kepada saudara-saudara Muslim di Masjid Al Fitrah Oesapa.
"Kami ingin memperkuat kebersamaan. Teman-teman Hindu yang siapkan (takjil), kami dukung dananya. Ini adalah bentuk toleransi yang nyata di lapangan," timpal Ketua Panitia, I Wayan Gede Astawa.
Pawai Ogoh-Ogoh: El Tari atau Taman Nostalgia?
Puncak kemeriahan publik diprediksi akan pecah pada 18 Maret melalui Pawai Ogoh-Ogoh dan Taur Kesanga. Panitia menyodorkan dua opsi lokasi: rute klasik di kawasan El Tari atau menjajal ikon kota, Taman Nostalgia (Tamnos).
Merespons hal ini, Wali Kota memberikan lampu hijau namun dengan catatan teknis yang matang. Ia lebih condong jika kawasan Tamnos dioptimalkan.
"Pada prinsipnya saya setuju. Kalau di depan Taman Nostalgia memadai, silakan. Justru bagus karena bisa menghidupkan UMKM di sana. Tamnos itu ikon kota kita," ujar dr. Christian. Ia menekankan agar aspek keamanan dan kenyamanan peserta tetap menjadi prioritas utama.
Fasilitas Gratis di Rumah Jabatan
Tak hanya soal izin dan keamanan, dr. Christian juga menunjukkan komitmennya dengan "membuka pintu" rumah jabatan. Ia menawarkan Aula Rumah Jabatan Wali Kota sebagai lokasi pelaksanaan Dharmasanti Nyepi 2026 secara cuma-cuma.
"Silakan gunakan Aula Rumah Jabatan. Tidak perlu sewa tempat. Pemerintah siap mendukung agar perayaan ini penuh makna dan membawa sukacita," tegasnya. Selain fasilitas, dukungan anggaran melalui Bagian Kesra juga dipastikan tetap mengalir seperti tahun-tahun sebelumnya.
Melalui pemberitaan ini, diharapkan masyarakat luas dapat melihat bahwa Kota Kupang tetap menjadi barometer toleransi di Indonesia. Semoga kolaborasi antara pemerintah dan lintas agama ini tidak hanya menyukseskan ritual keagamaan, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi lokal (UMKM) serta mempererat simpul persaudaraan antarumat beragama di tengah keberagaman.
EDITOR: dan//gpi
Source: prokopim setda kota Kupang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar