Senin, 02 Februari 2026

Membumikan Lonto Leok: Pesan Gubernur Melki untuk Diaspora Manggarai

​​KUPANG, Pena Indonesia – Malam di Hotel Cahaya Bapa, Sabtu (31/1/2026), bukan sekadar perayaan liturgis biasa. Di tengah hangatnya silaturahmi Ikatan Keluarga Manggarai Raya (IKMR) Kupang, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena hadir membawa pesan penting: menjadikan nilai luhur budaya sebagai bahan bakar pembangunan daerah.

​Gubernur Melki menegaskan bahwa semangat Natal tahun ini harus menjadi titik balik untuk memperkuat persaudaraan. Ia secara khusus menyoroti filosofi Lonto Leok—tradisi duduk melingkar khas Manggarai—sebagai manifestasi dialog dan kasih yang relevan untuk menjawab tantangan zaman.

​“Orang Manggarai itu ulet dan punya solidaritas tinggi. Nilai ini jangan hanya jadi kebanggaan verbal, tapi harus hidup di mana pun kita berpijak,” ujar Melki di hadapan keluarga besar IKMR.

Dari Stunting Hingga Perlindungan Perempuan
​Gubernur tidak hanya bicara soal seremoni. Ia mengajak diaspora Manggarai turun tangan langsung dalam "perang" melawan stunting. Melki memandang peran diaspora sangat vital, mulai dari edukasi gizi hingga penguatan ekonomi rumah tangga yang menjadi fondasi kesehatan ibu dan anak.

​Selain itu, ia memberikan penekanan keras pada isu sosial. Gubernur mengajak seluruh anggota IKMR untuk menjadi garda terdepan dalam:
​1. Perlindungan Perempuan dan Anak: Menolak segala bentuk kekerasan domestik.
​2. Keteladanan Sosial: Membangun relasi yang menjunjung tinggi martabat manusia di tengah keberagaman NTT.

Menggerakkan Ekonomi lewat OVOP
​Sektor ekonomi tak luput dari perhatian. Melalui program One Village One Product (OVOP), Pemerintah Provinsi NTT menantang IKMR untuk lebih produktif. Produk ikonik seperti kopi Manggarai, tenun ikat, hingga olahan pangan lokal diharapkan tidak hanya menjadi konsumsi internal, tetapi naik kelas melalui wadah NTT Mart.

​“Saya ingin dari IKMR lahir produk-produk unggulan. Kita dorong proses produksinya, kita pasarkan bersama,” tegas sosok yang malam itu juga dikukuhkan sebagai Penasihat Kehormatan IKMR.

Merajut Kembali Persatuan
​Senada dengan Gubernur, Ketua IKMR Anton Ali memaknai perayaan ini sebagai ajang "pulang ke rumah" bagi jiwa-jiwa yang sibuk. Ia mengingatkan bahwa kekuatan sejati diaspora terletak pada persatuan yang kokoh. 

​"Solidaritas sebagai sesama orang Manggarai harus terus dikuatkan. Persatuan adalah modal utama kita untuk berkontribusi bagi NTT," ungkap Anton.

​Malam itu ditutup dengan hangat, menandai komitmen baru antara pemerintah dan warga diaspora untuk bahu-membahu membangun Bumi Flobamora.

Editor : LL//gpi
​Penulis: Baldus Sae | biro humas prov NTT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wagub Johni Asadoma: Jangan Tunggu Sekarat, Deteksi Dini Kanker Itu Harga Mati!

KUPANG, Pena Indonesia – Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, melempar peringatan keras kepada warga, khususnya kaum perempuan di NTT. Pesanny...