Senin, 23 Februari 2026

Kupang Jadi Cermin Toleransi: Walikota dan Dirjen Polpum Kemendagri Berbaur di Depan Katedral


KUPANG – Suasana di depan Gereja Katedral Kristus Raja, Kota Kupang, tampak berbeda pada Senin sore. Di tengah hilir mudik warga dan jemaat, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kemendagri, Akmal Malik, tampak turun langsung berjalan kaki dan berbaur dengan masyarakat.

​Kehadiran kedua tokoh ini bukan sekadar kunjungan formal kepemerintahan, melainkan sebuah aksi nyata untuk melihat langsung denyut toleransi dan keakraban antarumat beragama yang menjadi identitas kuat ibu kota Provinsi NTT ini.

Melihat Harmoni dari Dekat

​Sambil menikmati suasana sore di kawasan ikonik yang baru diresmikan beberapa waktu lalu tersebut, dr. Christian Widodo dan Akmal Malik terlihat santai berbincang dengan warga yang sedang melintas, termasuk para pemuda lintas agama yang sering berkumpul di sekitar area tersebut.

​"Kota Kupang bukan hanya sekadar kota dengan label toleran di atas kertas. Kita bisa melihat sendiri bagaimana masyarakat di sini saling menjaga, saling menyapa tanpa sekat perbedaan. Di depan Katedral ini, kita melihat wajah Indonesia yang sebenarnya," ujar dr. Christian Widodo di sela-sela perbincangan.

Apresiasi dari Pusat

​Dirjen Polpum Kemendagri, Akmal Malik, memberikan apresiasi tinggi terhadap pola interaksi sosial di Kota Kupang. Menurutnya, kerukunan yang terjaga di Kupang merupakan modal sosial yang sangat besar bagi stabilitas politik dan keamanan nasional.

​"Kami dari Kemendagri sangat mengapresiasi cara Pemerintah Kota Kupang dalam merawat kebhinekaan. Turun ke lapangan seperti ini membuat kami merasakan langsung energi positif dari masyarakat. Keakraban di depan rumah ibadah ini adalah bukti bahwa dialog lintas iman sudah menjadi gaya hidup, bukan lagi sekadar slogan," tegas Akmal.

Simbol Persatuan

​Kawasan Gereja Katedral Kupang kini memang menjadi salah satu titik temu warga. Kehadiran pejabat negara yang mau "berkeringat" dan duduk bersama warga di ruang publik ini mendapat respons positif dari masyarakat setempat.

​Momen ini diharapkan dapat terus memperkuat komitmen seluruh elemen warga untuk menjaga predikat Kota Kupang sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia, terutama di tengah dinamika pembangunan dan sosial yang terus berkembang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wagub Johni Asadoma: Jangan Tunggu Sekarat, Deteksi Dini Kanker Itu Harga Mati!

KUPANG, Pena Indonesia – Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, melempar peringatan keras kepada warga, khususnya kaum perempuan di NTT. Pesanny...