Bertempat di Aula Rumah Jabatan Wali Kota, dr. Christian Widodo resmi membuka kompetisi yang memperebutkan total hadiah fantastis senilai Rp100 juta. Namun bagi pria yang akrab disapa dr. Chris ini, angka tersebut bukanlah poin utama, melainkan sebuah simbol cinta dan dedikasi warga terhadap kotanya.
Filosofi "Beta": Perubahan dari Diri Sendiri
Dalam sambutannya yang penuh semangat, Wali Kota Kupang memberikan apresiasi setinggi langit kepada Komunitas Beta Bersih. Ia menilai, kehadiran komunitas ini adalah bukti nyata bahwa semangat swadaya masyarakat di Kota Kupang mulai bertumbuh subur.
"Ini adalah bukti cinta. Mereka tidak hanya memberi gagasan, tapi juga tenaga dan materi. Angka 100 juta itu tidak kecil, dan ini murni gerakan masyarakat," tegas dr. Chris di hadapan para pejabat daerah, camat, dan lurah se-Kota Kupang.
Ia juga mengupas tuntas filosofi di balik nama "Beta Bersih". Menurutnya, penggunaan kata "Beta" (Saya) mengandung pesan mendalam bahwa tanggung jawab kebersihan harus dimulai dari level individu.
"Perubahan itu tidak perlu menunggu pemerintah atau orang lain. Mulai dari beta. Kita harus mengubah mentalitas dari 'itu bukan tugas saya' menjadi 'ini tanggung jawab saya'," imbuhnya.
Bukan Sekadar Kejar Piala
Lomba ini dirancang bukan sekadar ajang seremonial atau perburuan trofi. Wali Kota menekankan bahwa tujuan akhirnya adalah membangun budaya bersih yang berkelanjutan di setiap sudut kelurahan.
Untuk memastikan objektivitas, tim juri dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) diminta bekerja secara adil dan transparan. Adapun tiga kriteria utama penilaian meliputi:
1. Kebersihan Fasilitas Umum: Mencakup jalan, trotoar, sungai, hingga drainase.
2. Manajemen Sampah: Fokus pada kebersihan Tempat Pembuangan Sementara (TPS).
3. Estetika Perkantoran: Kebersihan di lingkup kantor kelurahan.
Lahir dari Keresahan
Di sisi lain, Ketua Satgas Lomba KBB, Irsan Dardana, mengungkapkan bahwa gerakan ini lahir dari keresahan melihat tumpukan sampah di berbagai sudut kota usai pelantikan Wali Kota pada Februari 2025 lalu.
"Kami rindu Kupang yang bersih. Kami sadar bahwa warga yang memproduksi sampah, maka warga pula yang harus bertanggung jawab mengelolanya," ujar Irsan.
Sebelum lomba ini diluncurkan, KBB telah menunjukkan taringnya melalui aksi "Kupang Bersinar", di mana mereka menggerakkan puluhan armada truk untuk membersihkan kota secara besar-besaran.
Kini, melalui lomba ini, semangat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan menjadi mesin penggerak utama menuju Kupang yang lebih asri, sekaligus mendukung Gerakan Nasional Indonesia Bersih sesuai arahan Presiden RI.
Editor: dwn//gpi
Source: rilis prokopim setda kota Kupang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar