Dalam arahannya, Gubernur Melki menekankan bahwa anggota Menwa harus menjadi representasi generasi muda yang memiliki daya juang tinggi dan kepekaan sosial.
"Menwa bukan hanya organisasi semi-militer, tetapi instrumen penguatan wawasan kebangsaan. Mahasiswa NTT harus tampil sebagai benteng nilai kebangsaan sekaligus jembatan persaudaraan di wilayah perbatasan," ujar Gubernur Melki.
Sinergi Pusat dan Daerah dalam Pembinaan SDM
Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI, Ahmad Riza Patria, yang juga menjabat sebagai Komandan Komando Nasional (Dankonas) Menwa RI. Kehadiran Riza Patria dinilai strategis dalam memperkuat sinergi pembangunan antara pemerintah pusat, daerah, dan komponen cadangan pertahanan.
Ahmad Riza Patria mengingatkan sejarah pembentukan Menwa oleh Jenderal A.H. Nasution pada tahun 1959 sebagai komponen pendukung pertahanan NKRI. Ia menginstruksikan agar Menwa saat ini lebih aktif berkontribusi dalam program pembangunan, termasuk di pelosok desa.
Target Pengembangan Menwa di NTT
Sebagai bentuk dukungan nyata, Gubernur Melki menargetkan agar seluruh perguruan tinggi di NTT memiliki satuan Menwa.
Kolaborasi Antar-Kampus: Bagi kampus yang belum memiliki satuan mandiri, diharapkan dapat melakukan kolaborasi agar mahasiswa tetap terwadahi.
Pengembangan SDM: Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen mendukung organisasi kemahasiswaan ini sebagai bagian dari upaya membangun SDM yang berdaya saing.
Amanat Komandan Baru
Fahmi Haji Abdullahi, yang resmi dilantik sebagai Danmenwa Mahadana NTT, menyatakan komitmennya untuk menjalankan organisasi secara profesional dan sesuai dengan UU Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN).
"Kami siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun karakter generasi muda NTT dan menjadi garda terdepan menjaga persatuan bangsa," tegas Fahmi.
Rektor Undana, Jefri S. Bale, menambahkan pesan agar anggota Menwa tetap fokus pada tugas utama akademik. Ia berharap Menwa mampu menjadi agen perubahan yang adaptif terhadap dinamika pembangunan di desa-desa.
Sebagai penutup prosesi, Gubernur NTT secara resmi diangkat menjadi Anggota Kehormatan Menwa Mahadana NTT, ditandai dengan penyematan baret ungu oleh Dankonas Menwa RI.
Editor: LL//gpi
Source: biro humas prov NTT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar