KUPANG – Di sudut Kota Kasih yang terik, sebuah pemandangan tak biasa menggetarkan nurani. Mereka yang dulu mungkin dipandang sebelah mata, yang namanya kerap diselimuti stigma dan "label hitam", kini berdiri tegak sebagai pilar kemanusiaan. Garda Triple X Flobamora, sebuah wadah bagi para mantan warga binaan, kembali membuktikan bahwa masa lalu bukanlah penghalang untuk menjadi pahlawan bagi sesama
Selama bertahun-tahun, stigma sebagai "mantan narapidana" menjadi penjara tak kasatmata yang membuat mereka sulit diterima masyarakat. Namun, tepat di usia mereka yang ke-6 tahun ini, Garda Triple X memilih cara paling elegan untuk melawan prasangka: melalui aksi nyata.
Bukan dengan kata-kata, tapi dengan pelukan hangat bagi anak-anak yatim dan uluran tangan bagi para lansia yang membutuhkan. Di balik tubuh-tubuh tegap dan rekam jejak yang keras, tersimpan kelembutan luar biasa saat mereka membagikan santunan.
"Kami bukan lagi orang yang pantas dijauhi. Kami adalah saudara yang ingin kembali pulang ke pelukan masyarakat melalui jalan kemanusiaan," ujar salah satu anggota dengan mata berkaca-kaca.
Misi Memanusiakan Manusia
Didirikan sejak 21 Agustus 2021, Garda Triple X Flobamora membawa misi suci untuk "Memanusiakan Manusia". Kegiatan santunan ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah pernyataan sikap bahwa mereka telah bertransformasi.
Aksi ini hanyalah satu dari deretan pengabdian panjang mereka, mulai dari:
- Aksi Cepat Tanggap: Bantuan bagi korban kebakaran dan bencana.
- Penjaga Toleransi: Pengamanan rumah ibadah saat Natal, Paskah, hingga Idul Fitri.
- Pilar Keadilan: Mengawal kasus hukum pembunuhan dan pelecehan anak di bawah umur di Kota Kupang.
- Bakti Sosial: Membersihkan Masjid dan Gereja tanpa sekat agama.
Kini, Garda Triple X Flobamora mengajak seluruh lapisan masyarakat, Bapak/Ibu, dan Saudara/i sekalian untuk tidak lagi melihat ke belakang, melainkan melihat ke depan bersama-sama. Melalui semangat Solidaritas Tanpa Sekat, ormas ini membuka ruang bagi siapa saja yang ingin turut serta menyukseskan rangkaian kegiatan kemanusiaan mereka.
Ini bukan hanya soal memberi bantuan materi, tapi soal memberi kesempatan kedua. Soal mengakui bahwa setiap pribadi adalah utuh, dan setiap warga binaan berhak memiliki masa depan yang cerah di tengah masyarakat.
Dukung langkah Garda Triple X Flobamora untuk menghapus stigma dan merajut kembali tali persaudaraan di tanah Flobamora. Karena pada akhirnya, sesama manusia adalah saudara dalam kemanusiaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar