Sabtu, 07 Februari 2026

Matinya Mimpi di Ujung Pena

Kupang - NTT . Kita sering bicara tentang Indonesia Emas 2045. Kita bicara tentang digitalisasi, tentang kecerdasan buatan, tentang kemajuan yang melangit tapi bagaimana mungkin, di negeri yang katanya kaya raya ini, harga sebuah buku lebih mahal daripada harga sebuah nyawa? Bagaimana mungkin, tinta pulpen yang seharusnya menuliskan masa depan, justru menjadi alasan seseorang anak menghentikan detak jantungnya?

​Ini bukan hanya soal kemiskinan harta. Ini adalah tamparan keras bagi kita semua—pemerintah, pendidik, aparat, dan seluruh masyarakat NTT

​Kejadian ini adalah bukti nyata bahwa ketimpangan itu nyata. Bahwa pendidikan yang katanya hak segala bangsa, nyatanya masih menjadi barang mewah bagi rakyatnya sendiri Aksi 1000 lilin yang berlangsung di bundaran Tirosa pada malam 07 Februari 2026 yang di hadiri oleh berbagai ormas, Mahasiswa, komunitas, dan masyarakat NTT adalah bentuk permohonan maaf kepada adik Yohanes Bastian R, yang sangat mencoreng Negara ini tutur ketua GEN-Z (Daud Wieldson N) saat menutup orasi bersama 

​Kematian adik kita ini adalah "lonceng kematian" bagi nurani kita semua jika kita tetap diam, 

sekarang bukan saatnya lagi saling menyalahkan, mari kita berjanji pada diri kita masing-masing hal ini takan terjadi lagi.

Jangan biarkan air mata ibunya menguap begitu saja. Jangan biarkan tragedi ini hanya menjadi statistik di kolom berita yang dilupakan esok hari

​Selamat jalan, Adikku. Maafkan kami yang terlambat mendengar jeritanmu. Maafkan bangsa ini yang terlalu sibuk membangun, yang terlalu sibuk bicara angka rupiah sampai lupa memastikan tanganmu bisa menggenggam sebuah pena.

​Tidurlah yang tenang. tidak ada lagi tagihan buku. Di sana, engkau bisa menuliskan mimpimu sebebas-bebasnya tanpa perlu takut kehabisan tinta. 

sekali lagi Maafkan KAMI ... ! 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wagub Johni Asadoma: Jangan Tunggu Sekarat, Deteksi Dini Kanker Itu Harga Mati!

KUPANG, Pena Indonesia – Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, melempar peringatan keras kepada warga, khususnya kaum perempuan di NTT. Pesanny...