Sabtu, 17 Januari 2026

​Keren! Karya Sastra Siswa SMA Santo Arnoldus Janssen Tembus 'NTT Mart', Gubernur Melki: Bukti Literasi NTT Makin Maju

KUPANG, Pena Indonesia – Semangat literasi di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menunjukkan geliat positif. Kali ini, kabar membanggakan datang dari SMA Santo Arnoldus Janssen Kupang. Dalam perayaan Pesta Pelindung Sekolah yang digelar Kamis (15/1/2026), komunitas sastra sekolah tersebut resmi meluncurkan dua buku karya orisinal para siswa.
​Momen istimewa ini dihadiri langsung oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena. Tidak hanya sekadar meresmikan, Gubernur Melki membawa kabar segar bagi dunia pendidikan dan ekonomi kreatif: karya-karya siswa ini akan dipasarkan melalui NTT Mart.

​Bukan Sekadar Sekolah, Tapi Rumah Karakter
Acara yang berlangsung di TDM, Oebobo, Kota Kupang ini terasa sangat hidup. Mengusung tema ’The Spirituality Of Saint Arnoldus Janssen Inspires Us As One Family, Many Faces But One Heart’, suasana dipenuhi dengan energi kreatif. Mulai dari tarian kreasi, pembacaan puisi, hingga paduan suara dan penampilan band sekolah memukau para tamu undangan, termasuk para rohaniwan, orang tua, dan jajaran Pemprov NTT.

​Dalam sambutannya, Gubernur Melki menekankan bahwa SMA Santo Arnoldus Janssen—meski baru berusia tujuh tahun—telah menjadi lebih dari sekadar institusi pendidikan.

​“Sekolah ini adalah rumah pembentukan karakter. Tempat nilai disiplin, kejujuran, dan keberanian berpikir ditanamkan sejak awal,” ujar Gubernur Melki. Ia juga mengajak hadirin meneladani Santo Arnoldus Janssen sebagai sosok visioner yang meyakini bahwa pewartaan harus sejalan dengan pendidikan dan kebudayaan.

​Masuk Etalase NTT Mart: Wujud One School One Product
Puncak acara ditandai dengan pemukulan gong peluncuran dua buku antologi: kumpulan cerpen "Doa yang Terjebak di Jalan Sunyi" dan kumpulan puisi "Larik-larik yang Tersesat di Senyummu".

​Gubernur Melki memberikan apresiasi tinggi terhadap dua karya ini. Menurutnya, buku adalah produk intelektual akademik yang membuktikan kecakapan literasi siswa. Sebagai bentuk dukungan nyata, Gubernur memastikan buku-buku ini akan masuk ke NTT Mart.

​“Buku-buku yang dilaunching ini nanti akan ditaruh juga di NTT Mart. Ini bentuk konkret dari One School One Product (OSOP). Adik-adik harus kreatif menghasilkan produk yang punya nilai ekonomi,” tegas Melki.
​NTT Mart sendiri merupakan inisiatif strategis Pemprov NTT untuk membangun ekonomi berbasis potensi lokal. Dengan masuknya karya siswa ke rantai pasok ini, diharapkan semangat kewirausahaan di sekolah semakin tumbuh subur.

​Literasi Sebagai Benteng Diri
Di balik kemeriahan acara, Gubernur Melki juga menyelipkan pesan serius terkait tantangan generasi muda saat ini, khususnya mengenai tingginya angka penularan HIV/AIDS di kalangan pelajar Kota Kupang.
​Ia mengingatkan bahwa literasi sejati bukan hanya soal membaca huruf, tapi juga kemampuan menalar dan bersikap bijak di tengah derasnya arus informasi digital.

​“Tingkat anak sekolah yang terjangkit HIV AIDS di Kota Kupang itu tinggi. Ini warning buat kita semua. Pendidikan karakter dan tanggung jawab moral harus berjalan seiring dengan kemajuan teknologi,” pesannya sembari mengajak pihak sekolah dan keluarga untuk semakin solid menjaga generasi muda.

​Apresiasi Pihak Sekolah
Kepala SMA Santo Arnoldus Janssen Kupang, Pater Apolynarius Wawo Koa, SVD, S.Pd., menyambut hangat dukungan pemerintah ini. Ia menjelaskan bahwa sekolah yang berdiri sejak 2019 ini memang fokus pada tiga pilar utama: Scientia (Ilmu Pengetahuan), Sanctitas (Kesucian), dan Sanitas (Kesehatan).

​“Kami fokus mengembangkan karakter, literasi-numerasi, serta ekstrakurikuler. Terima kasih atas perhatian Pemprov NTT yang mendukung kegiatan belajar mengajar di sini,” ungkap Pater Apolynarius.

​Peluncuran buku ini menjadi bukti bahwa sinergi antara sekolah, pemerintah, dan komunitas dapat melahirkan karya yang tidak hanya inspiratif, tetapi juga berdaya saing. Selamat untuk para siswa SMA Santo Arnoldus Janssen!

Editor: LL//gpi
Sumber: biro administrasi setda provinsi NTT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wagub Johni Asadoma: Jangan Tunggu Sekarat, Deteksi Dini Kanker Itu Harga Mati!

KUPANG, Pena Indonesia – Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, melempar peringatan keras kepada warga, khususnya kaum perempuan di NTT. Pesanny...