KUPANG, Pena Indonesia – Perayaan Natal Bersama Polda NTT di Gereja GMIT Kaisarea Kolhua, Selasa (6/1), tidak berakhir sebagai seremoni keagamaan belaka. Di hadapan ratusan personel kepolisian dan tokoh lintas agama, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena melempar pesan kuat: Kasih Natal harus menjelma menjadi kerja nyata di lapangan.
Gubernur Melki secara lugas "menantang" seluruh elemen yang hadir untuk tidak berhenti pada refleksi spiritual, melainkan turun tangan mengatasi luka sosial yang masih menganga di NTT.
“Natal adalah pengabdian. Di NTT, pengabdian itu berarti kolaborasi tanpa batas untuk menuntaskan stunting, memutus rantai kemiskinan ekstrem, hingga memerangi monster Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO),” tegas Melki dengan nada optimis.
Bagi Melki, kehadiran Polri bukan sekadar menjaga keamanan fisik, melainkan menjadi mitra strategis dalam misi kemanusiaan. Ia mengapresiasi kinerja Polda NTT yang telah memastikan malam pergantian tahun berlangsung kondusif, namun ia mengingatkan bahwa tantangan sesungguhnya ada pada kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.
Sentuhan Humanis dari Kapolda dan Gereja
Kapolda NTT, Irjen Pol. Rudi Darmoko, menyambut pesan tersebut sebagai pengingat jati diri Polri. Mengusung tema "Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga", Rudi menegaskan bahwa polisi adalah bagian dari keluarga besar masyarakat NTT yang wajib memberikan rasa aman tanpa sekat.
Nuansa haru juga terasa saat perwakilan Keuskupan Agung Kupang, R.D. Longginus Bone, mengingatkan bahwa Yesus lahir di tengah keluarga sederhana. Pesan ini menjadi kritik sekaligus refleksi bahwa kebijakan pembangunan harus dimulai dari penguatan unit terkecil masyarakat, yakni keluarga.
Aksi Nyata di Lapangan
Menjawab tantangan kolaborasi tersebut, perayaan Natal ini juga diisi dengan aksi konkret. Ketua Panitia, Kombes Pol. Aldinan Manurung, mengungkapkan bahwa sukacita ini dibarengi dengan pelayanan kesehatan gratis dan bantuan untuk rumah ibadah. Hal ini membuktikan bahwa sinergi antara TNI, Polri, dan Pemerintah bukan hanya slogan di atas kertas.
Melalui perayaan ini, Pemprov dan Polda NTT seolah mengirim pesan kepada publik: Bahwa di tahun 2026 ini, mereka tidak hanya bekerja sebagai birokrat, tapi sebagai pelayan yang bergerak dengan nilai kasih.
Pewarta: Fara Therik
Foto: Dio Ceunfin
Video: Meldo Nailopo
Editor: LL//gpi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar