PenaIndonesia KUPANG – Sebuah sejarah baru tercipta dalam tata kelola keuangan Pemerintah Kota Kupang. Di bawah nahkoda Wali Kota dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Serena Cosgrova Francis, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun Anggaran 2025 sukses menembus angka psikologis 100,09 persen. Capaian gemilang ini menahbiskan tahun 2025 sebagai tahun kinerja pendapatan terbaik dalam setengah dekade terakhir.
Prestasi ini bukan sekadar statistik di atas kertas, melainkan bukti nyata dari efektivitas kepemimpinan duet "Chris-Serena". Untuk pertama kalinya dalam kurun waktu lima tahun, Kota Kupang berhasil memecahkan kebuntuan dengan tidak hanya mencapai, tetapi melampaui target PAD yang telah ditetapkan.
Keberhasilan melampaui target ini menegaskan bahwa strategi pengelolaan pendapatan daerah yang diterapkan sepanjang tahun 2025 berjalan on the track—konsisten, terukur, dan yang terpenting, berorientasi pada pelayanan publik. Kebijakan-kebijakan strategis Chris-Serena terbukti ampuh mendorong kepatuhan wajib pajak sekaligus mengoptimalkan potensi-potensi pendapatan yang selama ini belum tergarap maksimal.
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyambut gembira capaian ini dan menyebutnya sebagai hasil kolaborasi seluruh elemen pemerintahan dan meningkatnya kesadaran masyarakat. Bagi dr. Christian, angka ini adalah cerminan kepercayaan publik.
“Realisasi PAD yang melampaui target ini menunjukkan bahwa ketika pengelolaan dilakukan dengan pengawasan yang kuat dan pelayanan yang hadir langsung di tengah masyarakat, maka kepercayaan dan kepatuhan wajib pajak akan tumbuh. Prinsip kami jelas, memerintah adalah melayani,” tegas Wali Kota yang akrab disapa Dokter Chris ini.
Ia menjamin, surplus kinerja ini akan dikembalikan kepada rakyat. “Setiap rupiah yang dihimpun harus kembali dalam bentuk pelayanan publik dan pembangunan nyata. Ini komitmen kami bersama Wakil Wali Kota untuk terus membangun Kupang sebagai Kota Kasih yang maju, mandiri, dan sejahtera,” tambahnya.
PBB-P2 Pecahkan Rekor Lima Tahun
Kinerja impresif PAD 2025 ditopang oleh lonjakan positif di berbagai sektor pajak. Pajak Restoran menjadi primadona dengan realisasi tertinggi mencapai 136,45 persen (Rp34,8 Miliar dari target Rp25,5 Miliar). Pajak Penerangan Jalan juga melampaui target di angka 100,75 persen.
Namun, sorotan paling strategis tertuju pada Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Sektor ini mencatatkan sejarah tersendiri (milestone). Setelah lima tahun terakhir penerimaan PBB-P2 Kota Kupang tak pernah mampu menembus angka Rp20 Miliar, di bawah kepemimpinan Chris-Serena, sektor ini berhasil "pecah telur" dengan realisasi Rp21,9 Miliar atau 101,82 persen dari target.
Titik balik ini tidak lepas dari strategi "jemput bola" yang digencarkan. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Kupang, Pah Bessie Semuel Messakh, mengakui bahwa arahan dan pengawasan ketat dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota menjadi kunci.
Salah satu terobosan yang dinilai sangat berdampak adalah program "Bapenda Baronda". Program ini memperkuat sinergi antara Bapenda, Camat, Lurah, hingga lembaga kemasyarakatan untuk memberikan pelayanan langsung dari rumah ke rumah. Pendekatan humanis ini terbukti signifikan meningkatkan partisipasi warga dalam memenuhi kewajiban pajaknya.
Dengan fondasi keuangan yang semakin kokoh ini, Pemerintah Kota Kupang di bawah kepemimpinan Christian-Serena menatap optimistis masa depan pembangunan daerah yang lebih berkelanjutan dan peningkatan kualitas pelayanan publik yang merata bagi seluruh warga Kota Kasih. dwn
Tidak ada komentar:
Posting Komentar