KUPANG — Dalam rangka menyongsong sukacita Natal 2025 dan Tahun Baru, Jemaat Imanuel Oepura menyelenggarakan festival meriah bertajuk "Christmas Face Pacio". Kegiatan yang menjadi wadah pembinaan kreativitas dan talenta anak-anak hingga taruna dalam lingkungan gereja ini digelar selama dua hari, mulai Senin (8/12/2025) hingga Selasa (9/12/2025).
Acara ini diprakarsai oleh Panitia Christmas Face di bawah pimpinan Nuryati Bonsela. Penyelenggaraan festival ini melibatkan kolaborasi masif dari seluruh elemen jemaat, merangkul partisipasi dari rayon 1 hingga rayon 24, dengan panitia inti yang berasal dari rayon 1 sampai rayon 5.
Ketua Panitia, Nuryati Bonsela, menjelaskan bahwa tahun ini kegiatan dikemas berbeda dalam format festival yang lebih semarak. Terdapat tiga kategori utama yang diperlombakan untuk Anak, Remaja, dan Taruna Jemaat Imanuel Oepura, yakni fashion show berpasangan, lomba menyanyi solo, dan dance kreatif.
Salah satu kategori yang paling menyedot perhatian jemaat adalah fashion show berpasangan. Nuryati mengungkapkan bahwa konsep ini sengaja dibuat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya untuk memberikan tantangan dan nilai tambah bagi peserta.
“Kami memilih fashion show karena lomba ini paling diminati anak-anak, mulai dari usia pra-sekolah hingga kelas 3 SD. Fashion show berpasangan dipilih supaya anak-anak belajar tampil bersama, melatih kerja sama dan kekompakan mereka di atas panggung,” jelas Nuryati di sela-sela acara.
Tidak hanya penampilan visual, panitia juga memberikan perhatian khusus pada bakat tarik suara melalui kategori lomba solo. Kategori ini ditujukan bagi peserta jenjang kelas 4 SD hingga SMP. Menurut Nuryati, kategori ini diadakan karena melihat masih minimnya perhatian terhadap pengembangan bakat menyanyi anak-anak.
“Lewat kegiatan ini, kami ingin memotivasi mereka yang memiliki kemampuan di bidang tarik suara untuk berani tampil,” tambahnya.
Keseruan festival semakin lengkap dengan hadirnya kategori dance kreatif. Kategori ini dirancang sebagai wadah pengembangan seni dan bakat tari. Uniknya, panitia hanya menyiapkan lagu, sementara kreasi gerakan sepenuhnya diserahkan kepada kreativitas masing-masing rayon, mendorong inovasi dari para peserta.
Melalui Festival Christmas Face Pacio ini, panitia berharap dapat meletakkan dasar pembinaan talenta jemaat sejak usia dini.
“Harapan kami, kegiatan ini dapat menjadi ruang pembinaan sejak dini. Anak-anak yang berprestasi di ajang kecil ini ke depan diharapkan bisa tampil di ajang yang lebih besar, baik di tingkat Klasis Kota Kupang maupun lingkup GMIT,” tutup Nuryati. (*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar