Acara penyerahan bonus ini berlangsung khidmat di Ruang Rapat Garuda, Lantai 2 Kantor Wali Kota Kupang, pada Rabu (17/12). Selain Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Harian KONI Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, S.E., M.Si., Wakil Ketua II KONI Kota Kupang, Drs. Ambo, M.Si., serta Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kupang, Dra. Debora Panie, M.M. Turut hadir pula para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkot Kupang serta puluhan pelatih dan atlet penerima penghargaan.
Pemerintah yang Berkorban, Bukan Atlet
Dalam sambutannya, dr. Christian Widodo mengungkapkan bahwa realisasi bonus ini merupakan tantangan besar mengingat keterbatasan fiskal dan adanya instruksi efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Namun, ia menegaskan bahwa kesejahteraan atlet yang telah mengharumkan nama daerah adalah prioritas utama.
"Yang harus dipotong itu (belanja) pemerintah, bukan atlet. Saya tidak mau tahu caranya bagaimana, bonus ini tidak boleh dikurangi. Pemerintah yang harus berkorban," tegas dr. Christian.
Sebagai bentuk komitmen efisiensi tersebut, Wali Kota membeberkan bahwa Pemkot Kupang melakukan penghematan pada pos belanja operasional, perjalanan dinas, bahkan membatalkan pengadaan kendaraan dinas baru bagi Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Ia juga memastikan bahwa bonus yang diterima atlet tetap utuh sesuai perencanaan awal, hanya dikurangi potongan pajak sesuai ketentuan yang berlaku.
Dominasi Kota Kupang di Panggung Nasional
Berdasarkan laporan KONI Kota Kupang, kontribusi Ibu Kota Provinsi NTT dalam ajang PON XXI sangat signifikan. Dari 89 atlet yang dikirimkan dalam 9 cabang olahraga—seperti pencak silat, taekwondo, kriket, hingga tinju—tercatat sebanyak 33 atlet berhasil menyabet medali bagi kontingen NTT.
Total anggaran Rp460.000.000 disalurkan dengan rincian Rp250.000.000 khusus bagi para atlet peraih medali, sementara Rp210.000.000 dialokasikan untuk pelatih dan ofisial sebagai bentuk apresiasi atas pembinaan yang dilakukan.
Menutup acara, dr. Christian Widodo menyampaikan permohonan maaf jika nominal yang diberikan belum sepenuhnya maksimal karena kondisi keuangan daerah. Meski demikian, ia membakar semangat para atlet untuk tetap konsisten berlatih menyongsong Pra-PON 2027 dan PON 2028 mendatang.
"Disiplin dan konsistensi adalah kunci. Jangan berhenti di sini, tetaplah menjadi jawara yang membanggakan Kota Kupang dan NTT di tingkat nasional," pungkasnya.
Penulis: dwn//gpi
Source: prokopim Kupang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar