KUPANG, Pena Indonesia – Ajang PAPIDOS Run 5K yang dihelat di depan Kantor Gubernur Kupang bukan sekadar lomba lari biasa, berlangsung di Area CFD Sabtu (13/12). Event ini membawa misi ambisius: mencari bibit-bibit unggul pelari jarak jauh Nusa Tenggara Timur (NTT) yang siap memecahkan rekor legendaris almarhum Eduardus Abunone, ikon lari jarak jauh asal NTT.
Dukungan penuh mengalir mengingat PAPIDOS (Keluarga Besar Alumni SD Don Bosco Kupang) didukung oleh tokoh-tokoh penting, termasuk Wali Kota dan Gubernur yang merupakan alumni sekolah tersebut, menjanjikan wadah pembinaan yang serius bagi para juara.
Juara Putra: Matius Wuli Siapkan Diri untuk PON 2028
Keluar sebagai juara 1 kategori putra, Matius Wuli (Nomor Dada 101) menegaskan bahwa ajang 5K ini adalah bagian dari rencana jangka panjangnya.
"Nama lengkap saya Matius Wuli, saya atlet Nusa Tenggara Timur. Dalam mengikuti perlombaan 5 kilo ini, saya menyiapkan diri saya untuk menuju PON 2028," ujar Matius dengan penuh semangat.
Matius juga mengapresiasi dukungan nyata dari pemerintah daerah, khususnya pembinaan yang diberikan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Baginya, pembinaan ini krusial untuk mematangkan persiapan atlet lokal di kancah nasional.
Menutup wawancaranya, Matius melontarkan motivasi yang membakar semangat: "Semoga dengan berlatih dan berjuang, kita raih prestasi untuk menuju NTT Emas."
Juara Putri: Mathilda Bere, Atlet Nasional yang Tetap Berjuang di Tengah Kesibukan
Di kategori putri, podium tertinggi diraih oleh Mathilda Bere yang akrab disapa Thilda. Kemenangan ini terasa spesial mengingat persiapannya sangat terbatas.
"Tanggapan saya sangat bersyukur, karena jujur untuk persiapan ini baru dua minggu. Tapi Puji Tuhan, bisa tampil dengan baik untuk meraih juara 1," ungkap Thilda.
Thilda tidak menampik adanya kendala selama persiapan, terutama harus pandai membagi waktu antara jadwal latihan dengan tugasnya di sekolah karena kesibukan menginput nilai ujian anak-anak didiknya.
Meski demikian, Thilda bukanlah nama baru di dunia lari. Ia tercatat sebagai Atlet Nasional NTT yang telah berpartisipasi di PON Papua dan PON Aceh-Medan, bahkan baru-baru ini meraih Juara 1 Internasional di Dili Marathon.
Target Waktu yang Belum Maksimal Jadi Pelecut
Thilda mengakui bahwa waktu tempuhnya (18 menit) belum mencapai target maksimal yang ia tetapkan, yaitu 17 menit.
"Kalau untuk sekarang hasilnya kurang memuaskan, karena untuk persiapan saya juga masih terganggu, masih terbagi-bagi, jadi saya rasa saya kurang maksimal," ujarnya jujur.
Namun, hal ini menjadi cambuk semangat. Thilda berharap, PAPIDOS Run ini bisa terus menjadi pemicu prestasi di NTT.
"Harapan untuk PAPIDOS semoga semakin sukses, makin jaya, dan kalau bisa PAPIDOS menjadi wadah untuk mengembangkan atau memfasilitasi atlet di NTT," tutupnya.
Keberhasilan Matius Wuli dan Mathilda Bere di PAPIDOS Run 5K ini mengirimkan pesan kuat bahwa semangat olahraga di NTT sedang menyala. Dengan adanya wadah yang kuat dan dukungan alumni berpengaruh, target memecahkan rekor legendaris Abunone dan mencapai 'NTT Emas' di ajang nasional maupun internasional bukan lagi mimpi.
Penulis: LL//gpi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar