Dalam kegiatan itu, ia didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, perwakilan Hers Protex, Bank NTT, serta jajaran perangkat daerah terkait (Dinas P3A, Kesehatan, dan Sosial).
Serena menegaskan bahwa Ina Kasih lahir dari kepedulian terhadap kemiskinan menstruasi. “Banyak perempuan dihadapkan pada pilihan sulit: membeli pembalut atau kebutuhan pokok,” ujarnya. Harga pembalut sekitar Rp26.000 per pak bisa menyerap porsi belanja keluarga dengan penghasilan di bawah Rp800.000 per bulan. Untuk keluarga dengan 2-4 perempuan usia produktif, pengeluarannya bisa mencapai Rp40.000-Rp80.000 per bulan — yang diharapkan bisa dialihkan ke kebutuhan mendasar seperti beras, sayur, dan ikan.
Yang paling penting, kata dia, menstruasi tidak boleh menjadi alasan anak perempuan absen sekolah. “Ini bukan sekadar bantuan, tetapi soal martabat dan kemanusiaan,” tegasnya. Ia juga menitip pesan kepada siswi agar tetap menjaga diri, fokus pada masa depan, dan tidak terpengaruh hal negatif di media sosial. Sebagai motivasi, ia berbagi kisah bahwa dirinya pernah maju sebagai calon Wakil Wali Kota pada usia 25 tahun, sebagai pesan agar anak muda berani bermimpi.
Plt. Kepala SMPN 11 Kupang, Emmanuella Mariella Ibo, S.Pd., menyampaikan terima kasih karena sebagian besar siswanya berasal dari keluarga prasejahtera. Ia juga memaparkan bahwa sekolah menampung 976 siswa dengan 77 tenaga pendidik/pegawai, namun masih membutuhkan tambahan ruang kelas (31 rombel vs 26 RKB yang tersedia).
Pada sesi bersama mama-mama di Fatukoa dan Naioni, Serena kembali menekankan solidaritas antarperempuan dan kewaspadaan terhadap kekerasan dalam rumah tangga, serta layanan pengaduan yang disediakan Dinas P3A. “Perempuan yang sehat adalah pilar keluarga yang kuat, dan keluarga yang kuat adalah fondasi Kota Kupang yang maju,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan penegasan bahwa Pemerintah Kota Kupang akan terus menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan nyata warga, khususnya pemberdayaan perempuan dan peningkatan kualitas hidup. “Semoga bantuan ini menjadi penguatan dan tanda bahwa pemerintah selalu hadir,” tutupnya.
Penulis: dwn//gpi
Source: prokopim Kupang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar