Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota menyatakan akan mengalokasikan anggaran hibah khusus pada tahun 2026 untuk pembinaan prestasi. Anggaran tersebut akan digunakan langsung untuk kebutuhan atlet, seperti sarana-prasarana latihan, sepatu, raket, kok, penyewaan lapangan, dan pelatih profesional. "Tidak boleh habis di seremonial. Uangnya harus dirasakan langsung oleh atlet," tegasnya.
Selain itu, ia meminta agar Wali Kota Cup dijadikan agenda tahunan resmi PBSI dan terdaftar di sistem nasional, dengan fokus pada pembinaan usia dini serta pertandingan dewasa sebagai pelengkap. Wali Kota juga menekankan perubahan paradigma untuk menghidupkan kembali cabang olahraga yang selama ini terlupakan, termasuk bulu tangkis, catur, tenis meja, biliar, dan bridge.
Ia mendorong kolaborasi dengan pengusaha dan komunitas pencinta bulu tangkis: "Kolaborasi akan memperbesar dukungan. Kita siapkan anggaran, tapi swasta juga harus terlibat agar ada rasa memiliki."
Ketua PBSI Kota Kupang Jeffry Usboko menjelaskan bahwa audiensi ini bertujuan memperkenalkan pengurus baru dan program kerja periode 2025-2029, sekaligus meminta dukungan untuk persiapan PON 2028. Sementara Pengurus Bidang Turnamen dan Perwasitan Melky Sandy menyampaikan terima kasih atas rencana penyelenggaraan Wali Kota Cup, dan menekankan perlunya kejuaraan kota tetap untuk menjaring bibit muda di Kota Kupang.
Dengan dukungan penuh dari Pemkot Kupang dan kolaborasi bersama berbagai pihak, diharapkan pembinaan bulu tangkis di Kota Kupang akan berkembang pesat dan menghasilkan atlet-atlet berprestasi yang mampu membanggakan daerah bahkan negara pada ajang PON 2028 mendatang. Langkah-langkah yang diambil diharapkan menjadi tonggak awal kebangkitan olahraga secara luas di Kota Kupang.
penulis: dwn//gpi
Sumber: prokopim kota Kupang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar