Selasa, 02 Desember 2025

Gizi Cukup dari Rumah Sendiri: Pemkot Kupang Beri Bantuan Pertanian, Keluarga Berdaya Lawan Stunting

Kupang, Pena Indonesia – Pemerintah Kota Kupang mengambil langkah inovatif dalam mengatasi masalah gizi buruk dan stunting dengan menyalurkan bantuan pertanian langsung kepada keluarga yang memiliki anak dengan masalah gizi. Program ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat agar dapat memanfaatkan lahan pekarangan mereka untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga melalui urban farming.

Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang, Herry Da Costa, secara simbolis menyerahkan bantuan berupa bibit tanaman (sawi, kangkung, cabai rawit, tomat), pupuk kimia, polibag, dan bokasi kepada perwakilan warga di Kantor Camat Oebobo, Rabu (3/12/2025). Program ini menyasar 39 anak dengan masalah gizi buruk di empat kecamatan: Oebobo, Kota Lama, Kelapa Lima, dan Kota Raja.
 
"Bantuan ini adalah bentuk perhatian nyata pemerintah kepada masyarakat yang berjuang melawan masalah gizi buruk. Kami berharap, dengan dukungan ini, keluarga dapat mengubah pola hidup dan meningkatkan asupan gizi," ujar Herry Da Costa.
 
Dinas Pertanian Kota Kupang juga telah melakukan sosialisasi kepada penerima manfaat mengenai cara menanam dan merawat tanaman, serta penggunaan pupuk yang efektif. Herry menambahkan bahwa program serupa akan dilanjutkan di Kecamatan Maulafa dan Alak pada hari Kamis (4/12).
 
Antonius Hari Paulus Dolby, warga Kelurahan Kelapa Lima, menyambut baik inisiatif Pemkot Kupang. Ia berharap program ini tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga pendampingan yang berkelanjutan.
 
"Bantuan ini sangat bermanfaat, tetapi akan lebih baik jika ada mentor pertanian yang mendampingi kami. Tidak semua warga paham tentang bertani, sehingga dengan adanya pendamping, kami bisa belajar lebih banyak dan memanfaatkan bantuan ini secara maksimal," kata Antonius.

Pemerintah Kota Kupang berharap program urban farming ini dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam mengatasi masalah gizi buruk dan stunting. Dengan memanfaatkan lahan pekarangan secara optimal, diharapkan keluarga dapat memenuhi kebutuhan gizi secara mandiri dan menciptakan generasi yang sehat dan cerdas. Program ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya mengatasi masalah gizi melalui pendekatan yang kreatif dan partisipatif.

Penulis: dwn//gpi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wagub Johni Asadoma: Jangan Tunggu Sekarat, Deteksi Dini Kanker Itu Harga Mati!

KUPANG, Pena Indonesia – Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, melempar peringatan keras kepada warga, khususnya kaum perempuan di NTT. Pesanny...