Bagi dr. Christian, perayaan Paskah bukan sekadar tradisi, melainkan momentum bagi seluruh aparatur pemerintah untuk memperkuat komitmen dan tanggung jawab kepada masyarakat.
Pelayanan Sebagai Wujud Iman
Wali Kota menekankan bahwa kesalehan seorang abdi negara baru akan bermakna jika dirasakan langsung oleh warga melalui birokrasi yang adil dan transparan. Ia mengingatkan agar nilai spiritual tidak berhenti di dalam tempat ibadah.
"Iman tidak boleh berhenti di hati atau doa saja, tapi harus berdampak nyata dalam kehidupan sehari-hari. Pelayanan yang tulus, adil, dan berintegritas merupakan wujud nyata dari iman yang hidup di tengah masyarakat," tegas dr. Christian Widodo di Aula Rumah Jabatan Wali Kota, Rabu (8/4).
Ia menambahkan bahwa di tengah tantangan pelayanan yang kompleks, setiap ASN dituntut untuk menghadirkan pelayanan optimal sebagai bentuk pengabdian yang tulus.
Sinergi dan Persatuan Lintas Iman
Ibadah yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh Ketua TP PKK Kota Kupang, dr. Widya Cahya, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, serta jajaran pimpinan perangkat daerah hingga camat dan lurah.
Momentum ini juga menjadi sarana mempererat toleransi, di mana ibadah dipimpin secara kolaboratif oleh Romo Adnan Berkanis (Gereja Sta. Maria Assumpta) dan Pdt. Charles Bessie (Gereja C3 Pemulihan).
Pdt. Charles Bessie dalam renungannya turut mempertegas bahwa semangat kebangkitan harus melahirkan manusia baru yang berorientasi pada kepentingan bersama melalui pelayanan yang jujur dan membangun.
Komitmen Membangun Kota
Menutup sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh elemen pemerintah untuk menjaga semangat pengharapan dalam membangun Kota Kupang. Ia memastikan bahwa pemerintah akan terus berupaya menghadirkan kebijakan yang benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat luas.
"Mari kita jalani tugas pengabdian ini dengan penuh integritas dan harapan untuk Kota Kupang yang lebih baik," pungkasnya.
Editor: Team Redaksi Garis Pena Indonesia//LL
Sumber: Prokopim Setda Kota Kupang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar