Langkah strategis ini ditegaskan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, saat meninjau Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Musubu di Kabupaten Sikka, Jumat (17/4/2026). LPK ini menjadi sorotan karena berhasil mengintegrasikan pelatihan bahasa dan keterampilan medis melalui kerja sama dengan STIKES St. Elisabeth Maumere.
Putus Rantai TPPO dengan Keberangkatan Langsung
Selama ini, PMI asal NTT kerap terjebak dalam praktik ilegal atau TPPO karena harus menjalani transit panjang di wilayah seperti Batam atau Nunukan untuk pengurusan dokumen. Gubernur Melki menyatakan pola ini harus diakhiri.
"Kita ingin semua proses tuntas di sini (NTT). Paspor, sertifikasi, dan pelatihan selesai di daerah sendiri. Mereka harus berangkat langsung dari NTT ke perusahaan tujuan tanpa perlu singgah untuk urusan administrasi lagi. Ini cara konkret kita menekan risiko TPPO," tegas Melki.
Untuk mendukung mobilitas ini, Pemprov NTT tengah menyiapkan pembukaan jalur penerbangan internasional langsung dari Kupang menuju destinasi strategis seperti Singapura, Malaysia, hingga Darwin, Australia.
Diversifikasi Sektor: Jangan Hanya Malaysia
Gubernur juga menyoroti ketergantungan penempatan PMI pada sektor tertentu di Malaysia. Ia mendorong adanya diversifikasi pasar kerja ke negara-negara dengan standar perlindungan lebih tinggi, seperti Jepang, Taiwan, Hong Kong, hingga Eropa dan Amerika.
"Jangan hanya terpaku pada Malaysia. Peluang di Jepang dan Eropa sangat besar, terutama untuk perawat dan tenaga teknis. Di Eropa saja ada permintaan 1.000 montir yang sulit kita penuhi karena kurangnya tenaga terampil. Ini yang harus kita kejar," jelasnya.
Sektor-sektor non-kesehatan seperti pertanian, otomotif, dan kelautan juga akan menjadi fokus pengembangan kurikulum pelatihan di LPK yang ada di NTT.
Dukungan Anggaran Melalui Bank NTT
Menjawab persoalan biaya pelatihan yang sering menjadi kendala, Pemprov NTT mengarahkan pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus PMI. Dana sebesar Rp50 miliar telah disiapkan melalui Bank NTT untuk membantu calon pekerja yang memiliki keterbatasan modal awal.
Bupati Sikka, Juventus Yoris Prima Kago, menyambut baik langkah ini. Ia berkomitmen mengarahkan anak-anak dari keluarga miskin ekstrem di Sikka untuk masuk ke pendidikan vokasi agar memiliki akses kerja legal ke luar negeri.
"Sikka punya potensi sebagai kota pendidikan di Flores. Kita aktifkan semua sektor—sekolah, rumah sakit, hingga pelatihan otomotif—untuk mencetak tenaga kerja yang siap pakai," ujar Juventus.
Karakter Pekerja NTT Jadi Nilai Jual
Direktur Kemitraan Rekrutmen LPK Musubu, Vonny Francis Yuki, menambahkan bahwa pekerja asal NTT sangat diminati di pasar internasional karena loyalitas dan karakter kerjanya yang tulus. Saat ini, LPK Musubu rutin mengirimkan sekitar 50 pekerja ke Jepang setiap tahunnya.
Penguatan ekosistem penempatan PMI secara mandiri di NTT ini diharapkan tidak hanya meningkatkan devisa secara legal, tetapi juga memastikan keamanan dan perlindungan maksimal bagi setiap warga NTT yang bekerja di luar negeri
Editor: Team Redaksi Garis Pena Indonesia
Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda prov NTT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar