Hadirnya Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, di lokasi acara kian mempertegas sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengawal stabilitas di gerbang selatan Indonesia ini.
Tirosa: Simbol Toleransi yang Hidup
Pemilihan Bundaran Tirosa sebagai lokasi acara memiliki pesan mendalam. Melki Laka Lena mengingatkan bahwa di titik yang sama, beberapa waktu lalu, gema takbiran mengalun damai. Kini, kemeriahan Paskah menyusul di tempat yang sama.
"Inilah wajah asli NTT, Nusa Terindah Toleransi. Keberagaman ini adalah kekuatan kita untuk mengejar ketertinggalan dan membangun NTT yang maju, sehat, serta cerdas," ujar Melki. Ia juga meminta Pemuda GMIT terus menjadi garda depan dalam menjaga karakter generasi muda dari gerusan zaman.
Gibran: Jangan Beri Ruang untuk Provokasi
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka membawa pesan lugas dari Jakarta. Baginya, Festival Paskah ini harus berdampak ganda: penguat persatuan sekaligus mesin ekonomi baru melalui sektor wisata rohani.
Di tengah dinamika informasi saat ini, Gibran memberikan peringatan keras agar masyarakat tetap waspada terhadap hoaks yang mampu memecah belah.
"Pembangunan tidak akan pernah berjalan di atas tanah yang retak karena perpecahan. Persatuan adalah syarat mutlak," tegas Wapres.
Menjawab Tantangan Sosial
Ketua Sinode GMIT, Samuel Pandie, memberikan catatan kritis agar makna Paskah menyentuh akar persoalan di NTT. Ia menyoroti urgensi penanganan stunting, perlindungan buruh migran, kekerasan, hingga pelayanan di wilayah 3T. Paskah, menurutnya, adalah komitmen sosial untuk hadir bagi mereka yang terpinggirkan.
Senada dengan itu, Romo Dus Bone dalam pesan damainya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melihat perbedaan sebagai anugerah yang memperkaya solidaritas kebangsaan.
Obor Perdamaian dan Kerja Nyata
Puncak acara ditandai dengan penyerahan Obor Perdamaian oleh Wapres Gibran kepada perwakilan Pemuda GMIT. Melalui prosesi simbolis pemanggulan salib, festival ini mengirimkan pesan kuat ke seluruh penjuru negeri: NTT tidak hanya merayakan iman, tapi sedang memperkokoh persaudaraan sebagai modal utama membangun kesejahteraan.
EDITOR: Team Redaksi Garis Pena Indonesia//LL
SUMBER: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar