Kegiatan ini merupakan inisiatif strategis Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan, bekerja sama dengan berbagai pihak, guna memastikan ketersediaan dan keterjangkauan komoditas pangan esensial bagi warga.
Acara pembukaan dihadiri oleh jajaran pejabat penting, di antaranya Anggota DPRD Kota Kupang, Muhammad Ramli, Ketua MUI Kota Kupang, H. Muhammad MS., Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, S.H., para Kepala Perangkat Daerah, para Camat dan Lurah, serta Imam Masjid Al Istiqomah TDM, H. Muhammad Gaus. Turut hadir ratusan masyarakat Kelurahan TDM dan sekitarnya yang menyambut antusias kegiatan ini.
Apresiasi Kolaborasi dan Penekanan pada Substansi Inflasi
Dalam sambutannya, Wali Kota dr. Christian Widodo menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk Dinas Perindag, Bank Indonesia (BI), para distributor, dan pelaku usaha atas kolaborasi yang terjalin.
“Terima kasih untuk Dinas Perindag, juga untuk BI, para distributor, dan pelaku usaha yang sudah terlibat. Pasar murah ini adalah bentuk kerja sama kita semua untuk membantu masyarakat,” ujar Wali Kota.
Dalam pidatonya, Wali Kota menekankan bahwa isu inflasi tidak boleh hanya dipandang sebagai deretan angka statistik semata, melainkan memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan sehari-hari masyarakat.
“Inflasi itu bukan sekadar angka statistik. Kita tidak hanya bicara angka inflasi, tapi bicara harga cabai di pasar, harga beras, harga minyak goreng, dan ketersediaan gula di dapur masyarakat. Jadi bicara inflasi itu bicara tentang isi dapur masyarakat kecil,” tegasnya dengan nada yang kuat.
Tanggung Jawab Moral TPID dan Ekspansi Pasar Murah
Sejalan dengan hal tersebut, dr. Christian Widodo mengingatkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) akan tanggung jawab moral yang diemban dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok bahan pokok.
“TPID ini bukan hanya tim koordinasi buat gagah-gagahan. TPID punya tanggung jawab moral, karena inflasi itu menyangkut ongkos hidup masyarakat kecil. Jadi jangan main-main,” kata Wali Kota.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Kupang telah merencanakan penyelenggaraan pasar murah di 27 titik strategis di seluruh wilayah kota. Pada tahap awal, kegiatan ini dilaksanakan di tiga lokasi dengan fokus memastikan ketersediaan bahan pokok yang memadai agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Himbauan Bijak Berbelanja dan Digitalisasi Distribusi
Wali Kota juga memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tetap tenang dan bijak dalam berbelanja, serta menghindari perilaku pembelian berlebihan (panic buying) yang dapat memicu ketidakstabilan harga.
“Kita tidak boleh lengah, tapi juga jangan panic buying. Jangan karena takut sesuatu terjadi, lalu kita beli beras banyak-banyak, minyak goreng ditimbun. Ambil sesuai kebutuhan saja,” pesannya.
Untuk menjamin kelancaran dan ketertiban distribusi, pasar murah kali ini menerapkan sistem yang lebih terorganisir dengan memanfaatkan pendataan berbasis fotokopi KTP dan barcode. Sistem ini diharapkan dapat meminimalisir antrean panjang dan memastikan bantuan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Sekarang dunia sudah berubah, serba cepat dan serba digital. Kalau dunia sudah berubah ke arah digital, kita juga harus menyesuaikan diri. Karena kita tidak bisa mengubah arah angin, tapi kita bisa mengubah arah layar kita,” jelas Wali Kota dr. Christian Widodo, menggunakan analogi yang mendalam.
Seruan Kerukunan dan Komitmen Pelayanan
Di luar isu pengendalian inflasi, Wali Kota juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengajak seluruh elemen masyarakat agar terus merawat kerukunan antarumat beragama di Kota Kupang. Prestasi Kota Kupang sebagai salah satu dari 10 besar Kota Toleran di Indonesia harus dijaga sebagai modal sosial yang berharga.
“Kalau kita mau jalan cepat, kita bisa jalan sendiri. Tapi kalau mau jalan jauh, kita harus jalan bersama-sama. Kota Kupang ini kita bangun untuk jangka panjang, jadi semua harus berjalan bersama,” katanya.
Mengakhiri sambutannya, dr. Christian Widodo menegaskan kembali komitmen jajarannya untuk menempatkan pelayanan kepada masyarakat sebagai prioritas utama.
“Lima tahun ke depan, Pemerintah Kota Kupang bukan lagi berperan sebagai orang yang memerintah, tetapi sebagai orang yang melayani masyarakat,” tegasnya.
Kegiatan Pasar Murah Bersubsidi ini diharapkan dapat berjalan tertib, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kota Kupang, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keharmonisan dan persatuan di daerah ini.
Editor: dwn//gpi
Source: Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kupang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar