Momentum RAT ini sekaligus menandai perjalanan 31 tahun koperasi yang lahir di Rotat, Kabupaten Sikka tersebut pada April mendatang.
Jembatan Permodalan Masyarakat Kecil
Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa Pintu Air adalah bukti nyata kekuatan ekonomi yang tumbuh dari bawah. Menurutnya, kehadiran koperasi sangat krusial bagi warga NTT yang mayoritas bergerak di sektor pertanian, kelautan, dan UMKM, terutama bagi mereka yang sulit mengakses lembaga keuangan formal.
"KSP Kopdit Pintu Air hadir sebagai jembatan permodalan yang manusiawi. Masyarakat yang sebelumnya tak terjangkau perbankan, kini punya peluang mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan," ujar Gubernur.
Ia menambahkan, koperasi tidak sekadar layanan simpan pinjam, tetapi juga instrumen pembangunan kemandirian ekonomi melalui literasi keuangan dan sistem solidaritas sosial yang kuat.
Dorong Sektor Produktif dan Hilirisasi
Mengingat sekitar 60 persen penduduk NTT bergantung pada sektor agraris dan UMKM, Gubernur mendorong koperasi untuk lebih ekspansif di sektor produktif.
"Saya sudah berkoordinasi dengan Menteri UMKM agar koperasi lebih masuk ke sektor riil dan hilirisasi usaha anggota. Koperasi harus memberi nilai tambah, bukan sekadar tempat menyimpan uang," tegasnya.
Target Holding Company dan Digitalisasi
Ketua Pengurus KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, memaparkan perkembangan pesat lembaga yang dipimpinnya. Bermula dari 50 anggota perintis, kini Pintu Air telah memiliki 422.089 anggota dengan total aset mencapai Rp2,6 triliun.
Tahun ini, Pintu Air mengusung tema menuju Holding Company. "Model bisnis ini dirancang agar lebih modern, profesional, dan akuntabel guna memperluas manfaat ekonomi bagi seluruh anggota," kata Yakobus.
Senada dengan hal itu, Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi, Henra Saragih, yang mewakili Menteri Koperasi RI, menyatakan dukungannya. Pemerintah pusat saat ini tengah fokus pada tiga agenda besar: rebranding, digitalisasi, dan pembaruan tata kelola koperasi. Pintu Air diharapkan menjadi mentor bagi pengembangan koperasi-koperasi lain di Indonesia.
Refleksi dan Regenerasi
Tokoh penggerak koperasi, Romanus Woga, mengingatkan pentingnya aspek ideologis dalam berkoperasi. Ia menekankan bahwa anggota tidak boleh pasif dan harus menjaga budaya kerja sama serta solidaritas. Sementara itu, Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, turut mengapresiasi peran Pintu Air sebagai motor penggerak ekonomi yang kini skalanya sudah menasional.
Melalui tata kelola yang transparan dalam forum RAT, KSP Kopdit Pintu Air diharapkan terus menjadi soko guru ekonomi rakyat demi mewujudkan NTT yang maju dan sejahtera.
EDITOR: LL//gpi
Sumber: Biro Administrasi Setda Prov NTT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar