Rapat krusial tersebut menjadi tonggak finalisasi pemetaan cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan di tiga wilayah: NTT, NTB, dan Klaster DKI Jakarta, sebelum diserahkan secara resmi kepada Menteri Pemuda dan Olahraga RI sebagai dasar penerbitan SK penetapan.
Strategi Pemerataan Ekonomi di Tanah Kepulauan
Bagi NTT, PON 2028 bukan sekadar ajang kompetisi atletik. Wagub Johni Asadoma menekankan bahwa perhelatan ini adalah instrumen strategis untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah melalui model penyelenggaraan berbasis pulau.
"Sebagai daerah kepulauan, kami membagi sebaran cabor ke beberapa titik mulai dari Pulau Timor, Sumba, Flores, Rote Ndao, hingga Alor. Targetnya jelas: pembangunan ekonomi dan promosi pariwisata harus dirasakan secara merata oleh masyarakat NTT," tegas Johni.
Komitmen Fiskal dan Semangat Kolaborasi
Meski diperhadapkan pada tantangan keterbatasan waktu persiapan yang menyisakan sekitar 2,5 tahun serta kapasitas fiskal daerah, Pemprov NTT menunjukkan keseriusan melalui langkah konkret. Salah satunya adalah implementasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 Tahun 2025 tentang Dana Cadangan PON XXII yang mulai berjalan tahun ini.
“Kami sadar akan keterbatasan waktu dan anggaran, namun dengan payung hukum dana cadangan dan semangat sinergi kolektif bersama KONI Pusat, NTB, dan DKI Jakarta, kami optimistis hambatan tersebut dapat teratasi,” lanjutnya.
Optimalisasi Venue: Revitalisasi, Bukan Beban Baru
Secara teknis, NTT mengusung prinsip efisiensi melalui optimalisasi fasilitas yang sudah ada. Master plan lokasi pertandingan mencakup pemanfaatan aset pemerintah, universitas, hingga lembaga keagamaan yang akan direvitalisasi sesuai standar nasional. Senada dengan itu, Ketua Umum KONI NTB, H. Mori Hanafi, menyatakan kesiapan infrastruktur di wilayahnya telah mencapai 80% dengan fokus pada pemanfaatan gedung yang tersedia tanpa membangun venue baru secara masif.
Peta Sebaran Cabang Olahraga PON XXII/2028
Berdasarkan kesepakatan berita acara yang ditandatangani, berikut adalah rincian pembagian cabang olahraga:
1. Provinsi NTT (22 Cabang Olahraga)
Olympic Sport: Bola Tangan, Bola Voli Indoor, Layar, Modern Pentathlon, Selancar Ombak, Tenis Meja, Cricket, Bulutangkis, Sepak Bola, Taekwondo, Tinju.
World Games: Aerosport (Paramotor & Gantole), Angkat Berat.
DBON: Pencak Silat, Wushu.
SEA Games: Kick Boxing, Sepak Takraw, Catur.
Privilege: Shorinji Kempo, Gateball, Berkuda Pacuan (Non-pelana), Barongsai.
2. Provinsi NTB (26 Cabang Olahraga)
Olympic Sport: Panahan, Atletik, Bola Basket, Dayung, Golf, Triathlon, Bola Voli Pasir, Panjat Tebing, Judo, Angkat Besi.
DBON: Karate.
SEA Games Berprestasi: Selam (Kolam & Laut), Soft Tennis, Ski Air, E-Sport, Futsal.
Privilege: Tarung Derajat, Muaythai, Sport Dance, Hapkido, Biliar, Bermotor (Grass Track & Balap Motor), Aerosport (Paralayang, Terjun Payung, dll), Petanque, Padel, Berkuda Memanah.
3. Klaster DKI Jakarta (14 Cabang Olahraga)
Cabor Unggulan: Akuatik, Anggar, Senam, Boling, Hockey (Indoor & Outdoor), Menembak, Balap Sepeda, Berkuda (Equestrian), Baseball/Softball, Tenis Lapangan, Rugby 7, Gulat, Ice Skating, Skateboard.
4. Cabang Olahraga Bersama (NTT – NTB)
Berkuda, Bola Voli, Sepak Bola, dan Aerosport.
Pengesahan dan Langkah Lanjut
Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, mengapresiasi kesepakatan ini sebagai langkah maju untuk menjamin kepastian anggaran bagi daerah, khususnya DKI Jakarta dalam penggunaan APBD. Rapat diakhiri dengan penandatanganan Berita Acara oleh para pimpinan KONI terkait sebagai dasar pelaporan resmi kepada Menpora RI.
Editor: LL//gpi
Source: biro humas prov NTT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar