Dalam orasinya, Gubernur yang akrab disapa Melki ini menyoroti tingginya angka defisit perdagangan daerah. Ia menilai, salah satu kunci untuk menekan angka tersebut adalah dengan mengubah pola masyarakat dari konsumtif menjadi produktif melalui jalur pendidikan nonformal.
“Defisit perdagangan NTT memerlukan peran lembaga kursus dan pelatihan untuk menekannya. Forum PLKP menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun sektor swasta dan mencetak wirausaha baru yang mandiri,” tegas Melki.
Digitalisasi dan Konektivitas Perbankan
Tak sekadar mencetak lulusan, Melki mendorong agar ekosistem pelatihan vokasi di NTT mulai mengadopsi digitalisasi hingga ke tingkat desa, mengadopsi keberhasilan skema Kartu Prakerja. Ia juga menekankan pentingnya akses permodalan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para alumni pelatihan agar mampu naik kelas menjadi pelaku UMKM.
“Forum PLKP bukan sekadar organisasi profesi, melainkan tulang punggung transformasi SDM di bumi Flobamora. Mereka adalah eksekutor kebijakan vokasi yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan pasar kerja,” tambahnya.
Komitmen Mewujudkan SDM Unggul
Senada dengan Gubernur, Ketua DPD Forum PLKP NTT, Mery R. Ch. Mesah, menyatakan kesiapannya untuk menjadikan lembaga kursus sebagai jembatan perubahan nasib masyarakat. Menurutnya, potensi besar pariwisata dan UMKM di NTT akan sia-sia jika tidak dibarengi dengan kompetensi yang mumpuni.
“Potensi tanpa kompetensi adalah peluang yang terlewatkan. Kami berkomitmen dalam lima tahun ke depan untuk meningkatkan mutu akreditasi dan membangun ekosistem pelatihan yang terintegrasi dengan program pemerintah,” ujar Mery.
Dukungan Pusat dan Sinergi Lintas Sektor
Direktur Kursus dan Pelatihan Indonesia, Yaya Sutarya, turut memberikan apresiasi atas dukungan Pemprov NTT. Ia memaparkan keberhasilan Program Kecakapan Kerja (PKK) yang telah menjangkau ribuan anak putus sekolah di NTT dengan tingkat keberhasilan mencapai 90 persen.
Acara pengukuhan ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD NTT Emilia Nomleni, Ketua Umum DPP Forum PLKP Zoekifli Adam, serta perwakilan dari Pemerintah Kota Kupang. Prosesi pelantikan ditandai dengan penyerahan pataka dan penandatanganan berita acara sebagai simbol estafet perjuangan memajukan pendidikan vokasi di wilayah kepulauan ini.
EDITOR: LL//gpi
SOURCE: Biro Humas Provinsi NTT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar