Selasa, 10 Februari 2026

​Proteksi Aset dan Jiwa: Langkah Strategis Pemkot Kupang Gandeng BRI Insurance

KUPANG, PENA INDONESIA – Pemerintah Kota Kupang mulai melirik instrumen asuransi sebagai instrumen mitigasi risiko yang vital dalam tata kelola daerah. Hal ini mengemuka saat Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., menjajaki peluang kerja sama perlindungan asuransi komprehensif bersama BRI Insurance, Senin (9/2).

​Pertemuan yang berlangsung di Restoran Taman Laut Handayani tersebut menjadi ruang diskusi strategis antara Pemkot Kupang dan tim BRI Insurance Denpasar yang dipimpin oleh Branch Manager, Pande Putu Erwin Adiana. Fokus utamanya: memayungi aset daerah serta memberikan rasa aman bagi para pelaku ekonomi, termasuk pedagang pasar.

Bukan Sekadar Santunan, Tapi Keberlanjutan
​Dalam paparannya, Pande Putu Erwin menekankan bahwa BRI Insurance hadir dengan skema yang fleksibel (customized). Perlindungan yang ditawarkan tidak hanya berhenti pada santunan pasca-insiden, melainkan menjamin keberlanjutan ekonomi penerima manfaat. 

​"Skema kami mencakup perlindungan kesehatan, kecelakaan diri, hingga proteksi aset pemerintah. Tujuannya jelas: saat risiko terjadi, aktivitas ekonomi tetap bisa berdenyut tanpa terhenti total," jelas Pande.

Visi Serena: Pembangunan Manusia dan Fisik Harus Sejalan
​Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, menyambut positif inisiatif tersebut. Baginya, tugas pemerintah bukan hanya membangun infrastruktur fisik, melainkan juga memastikan keselamatan dan ketahanan sosial warganya.

​Serena menggarisbawahi bahwa meski aparatur sipil negara telah ter-cover program nasional, masih ada celah (gap) perlindungan yang perlu diisi, terutama bagi pegawai non-ASN dan pedagang pasar.

​"Kita tidak boleh hanya fokus pada benda mati. Jika gedung dan aset fisik dilindungi, maka manusianya—sebagai penggerak pelayanan publik—juga harus mendapat atensi serupa. Keduanya adalah satu kesatuan dalam menjaga keberlangsungan roda pemerintahan," tegas Serena.

​Langkah Taktis Menuju Realisasi
​Pertemuan ini tidak berakhir di meja makan. Sebagai langkah konkret, Pemkot Kupang akan segera membentuk tim teknis atau menunjuk Person in Charge (PIC) untuk membedah detail regulasi dan skema yang paling tepat bagi kebutuhan lokal Kupang.

​Hasil kajian teknis ini nantinya akan menjadi dasar kebijakan bagi pimpinan daerah dalam memutuskan kerja sama strategis yang berkelanjutan.

​Hadir dalam pertemuan tersebut:
• ​Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Kupang, Hengky C. Malelak.
• ​Kepala BKPPD Kota Kupang, Abul Avensius.
• ​Direktur Perumda Pasar Kota Kupang, Ganda Raymond Tadjo Tallo.
• ​Jajaran Bagian Prokopim dan Bagian Kerjasama Setda Kota Kupang.

EDITOR: dan//gpi
Source: prokopim dan Kota Kupang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wagub Johni Asadoma: Jangan Tunggu Sekarat, Deteksi Dini Kanker Itu Harga Mati!

KUPANG, Pena Indonesia – Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, melempar peringatan keras kepada warga, khususnya kaum perempuan di NTT. Pesanny...