Senin, 09 Februari 2026

Optimisme Membara di Musorprov KONI: Gubernur Melki Pacu NTT Tembus 10 Besar di PON XXII 2028

KUPANG, PENA INDONESIA – Gelanggang olahraga Nusa Tenggara Timur (NTT) kini tak sekadar mengejar partisipasi, melainkan prestasi dan harga diri. Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, secara resmi membuka Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI NTT di Hotel Harper, Kupang, Minggu (8/2). Momentum ini menjadi genderang perang menuju target besar: Sukses Penyelenggaraan dan Prestasi pada PON XXII tahun 2028.


​Mengusung tema “Memperkuat Konsolidasi Menuju Tuan Rumah PON XXII 2028”, perhelatan ini dihadiri tokoh-tokoh kunci, mulai dari Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, hingga legenda tinju yang kini memimpin KONI Kalbar, Daud Yordan.

Estafet Perjuangan: Dari JNS ke Melki Laka Lena

​Dalam pidatonya, Gubernur Melki memberikan penghormatan khusus bagi para pendahulunya. Ia menegaskan bahwa status tuan rumah PON 2028 bukanlah hadiah jatuh dari langit, melainkan buah kerja keras Josef A. Nae Soi (JNS) dan Viktor Bungtilu Laiskodat.

​“Ini adalah buah dari perjuangan yang tidak mudah. Penghargaan setinggi-tingginya saya sematkan kepada Bapak Josef Nae Soi dan Bapak Viktor Laiskodat. Tugas kita sekarang adalah menjaga amanah ini dengan kolaborasi tanpa sekat,” tegas Melki di hadapan para pengurus cabor dan kepala daerah se-NTT.


Target Berani: Tembus 10 Besar Nasional

​Gubernur Melki tidak ingin NTT hanya menjadi penonton di rumah sendiri. Berkaca pada capaian peringkat ke-19 pada PON XXI 2024 (7 emas, 13 perak, 16 perunggu), ia mematok target yang jauh lebih agresif untuk 2028.

​“Kita harus lebih hebat. Di rumah sendiri, NTT harus mampu menembus 10 besar nasional! Kita siapkan kontingen sejak dini, benahi infrastruktur, dan asah mental atlet kita agar melampaui capaian sebelumnya,” serunya disambut riuh tepuk tangan peserta.

Panca Sukses dan Diplomasi Kepada Presiden

​Terkait keraguan publik mengenai kesiapan anggaran, sebuah fakta menarik terungkap. Josef Nae Soi (JNS) memuji langkah taktis Gubernur Melki yang langsung menemui Presiden Prabowo Subianto di Banjarmasin demi mengamankan status NTT sebagai tuan rumah.

​“Pak Gubernur telah memastikan kepada Presiden bahwa kita sanggup, tentu dengan skema penyelenggaraan yang efektif, efisien, dan tanpa pemborosan. Ini diplomasi luar biasa yang harus kita dukung,” ungkap JNS.

​Untuk mewujudkannya, Melki mencanangkan Panca Sukses PON XXII:

  1. Sukses Penyelenggaraan (Infrastruktur dan Venue standar nasional).
  2. Sukses Prestasi (Target 10 besar).
  3. Sukses Administrasi (Tata kelola transparan).
  4. Sukses Ekonomi (Pemberdayaan UMKM lokal).
  5. Sukses Pariwisata (Promosi destinasi unggulan NTT).

Olahraga untuk NTT Sehat dan Cerdas

​Menutup arahannya, Gubernur mengingatkan bahwa olahraga adalah bagian dari pembangunan SDM. Ia menginstruksikan agar momentum PON juga menjadi penggerak ekonomi kerakyatan melalui gerakan 'Beli NTT' dan optimalisasi produk desa (OVOP).

​“Olahraga prestasi butuh orang-orang sehat. Ini selaras dengan misi kita: NTT Maju, Sehat, dan Sejahtera. Mari kita jadikan PON 2028 sebagai panggung pembuktian bahwa NTT adalah provinsi yang tangguh,” pungkas mantan pimpinan Komisi IX DPR RI tersebut.


Editor: LL//gpi

​source: Siaran Pers Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wagub Johni Asadoma: Jangan Tunggu Sekarat, Deteksi Dini Kanker Itu Harga Mati!

KUPANG, Pena Indonesia – Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, melempar peringatan keras kepada warga, khususnya kaum perempuan di NTT. Pesanny...