Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum krusial untuk memicu produktivitas petani di seluruh wilayah NTT.
Capaian Signifikan dan Apresiasi Pusat
Berdasarkan data tahun 2025, NTT mencatatkan performa impresif. Produksi Gabah Kering Giling (GKG) menyentuh angka 968.324 ton, melonjak 36,81% dibanding tahun sebelumnya. Dampaknya, produksi beras naik menjadi 567.178 ton, yang sekaligus memperkuat penyerapan stok oleh Bulog NTT.
"Petani adalah pahlawan nyata. Berkat kerja keras mereka, kita bisa makan. Pemerintah berkomitmen penuh mendukung mereka melalui penyediaan alsintan, bibit, hingga pupuk," tegas Melki.
Gubernur juga mengapresiasi dukungan penuh Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang dinilai responsif terhadap kebutuhan petani di NTT, selaras dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Diversifikasi: Padi, Sorgum, dan Jagung
Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, memberikan catatan penting mengenai adaptasi lahan. Menurutnya, NTT tidak boleh hanya terpaku pada padi.
• Strategi: Memanfaatkan lahan kering untuk komoditas substitusi.
• Fokus: Pengembangan sorgum dan jagung, terutama di wilayah seperti Sabu Raijua.
• Tujuan: Menjamin ketersediaan pangan di seluruh tipe lahan yang ada di NTT.
Target Ambisius 2026
Di tingkat kabupaten, Bupati Kupang Yosef Lede menargetkan produksi padi tahun ini menembus 100.000 ton. Untuk mencapainya, Kabupaten Kupang mengandalkan sistem brigade alsintan, cetak sawah rakyat, dan pembentukan BUMD Agrobisnis guna menjaga stabilitas harga di tingkat petani.
Secara makro, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda, memaparkan target besar tahun 2026:
Luas Tanam: 273.800 hektare (Naik 7,90%).
Target GKG: 1.186.456 Ton.
Target Beras: 694.944 Ton (Melebihi kebutuhan konsumsi NTT sebesar 650.000 ton/tahun).
Atas capaian progresif ini, NTT menjadi salah satu dari lima provinsi di Indonesia yang dianugerahi Pin Penghargaan Swasembada Pangan Nasional oleh Kementerian Pertanian RI pada Januari 2026 lalu.
Penghargaan Pin Swasembada Nasional yang diraih NTT menjadi bukti bahwa keterbatasan lahan kering bukanlah penghalang untuk berprestasi. Kini, tantangannya adalah konsistensi. Mari kawal bersama agar target 1,1 juta ton di tahun 2026 ini tercapai demi NTT yang lebih mandiri dan sejahtera.
Editor: LL//gpi
source: Siaran Pers Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar