Sabtu, 07 Februari 2026

Gubernur Melki: Smartphone Itu Narkoba Digital bagi Anak-Anak!

LARANTUKA, Pena Indonesia– Sebuah peringatan keras keluar dari lisan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, saat bertatap muka dengan ribuan elemen pendidikan se-Flores Timur di Aula SMA Negeri 1 Larantuka, Jumat (6/2/2026). Di hadapan para guru dan siswa, ia tak ragu menyebut penggunaan gawai yang tak terkendali sebagai ancaman nyata bagi masa depan generasi NTT.
​“Smartphone itu seperti narkoba bagi anak-anak. Terlalu banyak bermain smartphone membuat anak menjadi asosial, kecanduan, menurunkan IQ, hingga berdampak buruk pada kesehatan,” tegas Gubernur Melki dengan nada serius.

Darurat Literasi dan "Kebohongan" Akademik
​Pernyataan keras tersebut bukan tanpa alasan. Gubernur menyoroti posisi NTT yang masih terpuruk di peringkat tiga terendah nasional dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA). Baginya, salah satu biang keroknya adalah rendahnya minat baca yang tergerus oleh budaya scrolling di media sosial.

​Ia pun menginstruksikan para Kepala Sekolah untuk mengambil langkah ekstrem:
• ​Wajib Literasi: Mengembalikan tradisi membaca buku fisik di lingkungan sekolah.
• ​Sterilisasi Gawai: Membatasi penggunaan ponsel hanya untuk urusan kurikulum yang mendesak.
​• Awasi Kecerdasan Buatan: Penggunaan AI harus dipantau ketat agar tidak mematikan daya kritis siswa.

Kejujuran adalah Harga Mati
​Lebih jauh, Gubernur Melki meminta dunia pendidikan NTT untuk berhenti melakukan "kebohongan akademik". Ia menegaskan bahwa sistem pendidikan tidak boleh lagi sekadar mengejar angka kelulusan tanpa kualitas.
​“Anak yang belum bisa membaca dan menulis tidak boleh terus dinaikkan kelas. Kita tidak boleh membohongi diri sendiri. Lebih baik mereka lulus sedikit lebih lama, asalkan berkualitas dan punya bekal nyata,” tambahnya.

Mencetak Generasi "Survivor"
​Menutup arahannya, Gubernur mengajak seluruh sekolah di Flotim untuk mengoptimalkan potensi lokal melalui program One School One Product (OSOP). Senada dengan hal itu, Bupati Antonius menekankan pentingnya pembentukan karakter Survivor.

​“Pendidikan bukan hanya soal pintar secara otak, tapi tangguh secara mental. Anak-anak Flotim harus punya daya tahan, kekuatan spiritual, dan karakter yang kokoh untuk menghadapi dunia,” pungkas Bupati Antonius.

Editor: LL//gpi
Source: biro humas prov NTT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tok! Majelis Hakim PN Kupang Vonis Bebas Anggota DPRD Mokris Lay dalam Kasus Penelantaran

​KUPANG – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Kupang menjatuhkan vonis bebas kepada terdakwa Mokrianus Imanuel Lay, atau yang akr...