SOE , Pena Indonesia– "Banyak yang mengira masa depan itu ada di kota besar. Tapi hari ini, dari sebuah desa di Molo Utara, kita belajar bahwa kekuatan sejati NTT ada pada akar budayanya sendiri. Gubernur Melki pun dibuat terpukau!"
Di balik kabut tipis Desa Taiftob, Kecamatan Molo Utara, sebuah narasi besar tentang kemandirian sedang ditulis. Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, melakukan kunjungan bersejarah ke Komunitas Lakoat Kujawas pada Senin (5/1), untuk melihat langsung bagaimana kearifan lokal Timor mampu menjadi mesin kewirausahaan sosial yang mendunia.
Kunjungan ini bukan sekadar agenda formal. Gubernur Melki disambut dengan sapaan adat yang mendalam oleh tetua setempat, sebuah simbol bahwa pemerintah hadir untuk belajar dari akar rumput. Di sana, Gubernur meninjau food lab, perpustakaan, dan rumah residensi yang selama hampir satu dekade telah menjadi jantung kreativitas warga Molo.
Kekuatan Pangan Lokal: Menolak Silau pada Modernitas
Gubernur Melki secara terbuka memuji konsistensi Dicky Senda dan kawan-kawan dalam menjaga pangan lokal. Ia menegaskan bahwa Lakoat Kujawas adalah contoh nyata bagaimana NTT bisa maju tanpa harus kehilangan jati diri.
"Saya menyaksikan sendiri kekuatan Molo Utara. Ini bukan sekadar komunitas, tapi inspirasi bagi masyarakat NTT. Kita harus berdaya dengan potensi lokal kita, tanpa harus silau pada modernitas yang tidak selalu cocok dengan konteks kita," tegas Gubernur Melki dengan nada bangga.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi NTT tidak akan tinggal diam. Praktik baik di Lakoat Kujawas ini akan menjadi blueprint atau model yang akan direplikasi ke berbagai wilayah di NTT. "Kita ingin tumbuh Lakoat Kujawas-Lakoat Kujawas baru di seluruh pelosok NTT," tambahnya.
Anak Kampung yang Menggetarkan Panggung Nasional
Kisah luar biasa muncul dari anak-anak komunitas seperti Colin dan Felisia. Meski tinggal di kampung, mereka telah terbiasa menulis puisi, mendokumentasikan mata air, hingga membuat film dokumenter. Bahkan, karya mereka telah menembus pameran arsip nasional di Jakarta.
Dicky Senda menjelaskan bahwa fokus utama mereka adalah pengarsipan pengetahuan. "Anak-anak dilibatkan aktif untuk menjaga identitas mereka melalui karya kreatif," ungkap Dicky. Dukungan nyata pun diberikan Gubernur dengan memborong buku-buku karya anak-anak tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap literasi generasi muda NTT.
Membangun Pendidikan Unggul di TTS
Usai menyerap inspirasi di Molo, Gubernur melanjutkan peninjauan pembangunan Sekolah Unggulan Garuda di Kota Soe. Proyek strategis Presiden Prabowo Subianto ini ditargetkan tuntas dalam 240 hari sebagai upaya nyata meningkatkan kualitas SDM di Bumi Cendana.
Penulis: LL//gpi
Source: Adpim setda prov NTT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar