KUPANG, Pena Indonesia – Kehadiran 19 Praja Utama Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan 33 di lingkup Pemerintah Kota Kupang bukan sekadar untuk memenuhi kewajiban akademik. Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menegaskan bahwa para calon birokrat ini memikul harapan besar untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Hal tersebut ditegaskan Wawali Serena saat menerima audiensi para Praja Utama asal pendaftaran Kota Kupang di Ruang Rapat Garuda, Jumat (9/1).
Riset Harus Aplikatif, Bukan Formalitas
Dalam arahannya, Serena menekankan bahwa masa penelitian dan pendidikan lapangan ini harus dimanfaatkan secara optimal. Ia berharap hasil penelitian para praja tidak berakhir sebagai tumpukan kertas, melainkan menjadi rekomendasi kebijakan yang bisa diterapkan oleh pemerintah.
"Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Saya ingin kalian menghasilkan penelitian yang berkualitas dan aplikatif bagi pembangunan Kota Kupang," tegas Serena.
Ia memberikan perhatian khusus pada judul-judul penelitian yang berkaitan dengan ekonomi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, sektor-sektor tersebut sangat sejalan dengan arah pembangunan Kota Kupang saat ini.
Keterbukaan Data dan Etika Birokrasi
Guna mendukung kelancaran riset tersebut, Wawali Serena menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk terbuka dalam pemberian data dan koordinasi. Namun, ia juga menitipkan pesan penting mengenai etika.
"Jaga etika, jaga nama baik institusi dan daerah. Bangun komunikasi yang baik dengan seluruh ASN di lingkungan Pemkot Kupang," tambahnya.
Perwakilan Praja Utama, Risyad Saif Gibran, melaporkan bahwa dari 19 praja asal Kota Kupang, 18 orang sudah mulai turun ke lapangan sejak Januari 2025, sementara satu orang lainnya tengah menyelesaikan administrasi di Kampus Jatinangor.
Pesan untuk Pemimpin Perempuan Masa Depan
Momen audiensi tersebut juga menjadi ajang diskusi hangat saat salah satu praja, Putri Meychin, meminta motivasi bagi generasi muda perempuan agar berani mengambil peran kepemimpinan.
Menanggapi hal itu, Serena yang juga merupakan representasi pemimpin muda perempuan, memberikan jawaban inspiratif. Ia menegaskan bahwa kunci kepemimpinan terletak pada mindset dan keberanian.
"Kesempatan itu setara. Jangan batasi diri kalian. Kunci utamanya adalah berani mencoba, siap belajar, dan mampu bangkit dari kegagalan," pesannya.
Pertemuan ini diakhiri dengan sesi foto bersama antara Wakil Wali Kota, para pimpinan OPD terkait, dan seluruh Praja Utama Angkatan 33.
Penulis: dwn//gpi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar