Jumat, 05 Desember 2025

Penanaman Pohon di DAS Liliba, Wawali Kupang Tegaskan Komitmen Anti Longsor

KUPANG, Pena Indonesia – Wakil Wali Kota (Wawali) Kupang Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., turun langsung ke lapangan untuk kegiatan Penanaman Pohon Bersama di Daerah Aliran Sungai (DAS) Liliba, RT/RW 006/003 Kelurahan Liliba, Jumat (5/12)  . Kegiatan yang digarap bersama Pemerintah Kota Kupang dan PLAN Indonesia bertujuan jaga kelestarian lingkungan, optimalisasi sumber daya air, dan mengurangi risiko longsor di sekitar aliran sungai.

Ratusan peserta ikut serta, mulai dari pejabat kota, Kepala Bidang Wilayah III Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali dan Nusra Dr. Ade Suharso, Hut., M.Si., Area Program Manager PLAN International Indonesia Samuel Absalom Niap, hingga pejabat Dinas Lingkungan Hidup, Bappeda, Camat, Lurah 14 kelurahan, BPBD, PUPR, Perumda Air Minum, politani, polteknik sanitasi, forum DAS, forum perlindungan rimba, mahasiswa kehutanan Undana, dan warga sekitar.
 
Dalam pidatonya, Wawali Serena menyatakan bahwa penanaman pohon di DAS adalah langkah strategis untuk mengelola air dan mencegah longsor. “Kita dari Pemerintah Kota bersama PLAN International lakukan ini sebagai kolaborasi luar biasa untuk jaga tata kelola air dan hindari longsor ke depan,” ujarnya.
 
Ia juga apresiasi khusus kepada ibu-ibu dan mama-mama warga yang aktif berpartisipasi. Menurutnya, pemerintah tidak hanya menanam, tapi juga jamin keberlanjutan melalui pemantauan yang teratur. “Mama-mama semua, kita akan terus jaga dan lakukan monitoring evaluasi. Ayo jaga Kota Kupang yang kita cintai,” tegasnya.
 
Hari itu, sebanyak 300 pohon ditanam – bukti komitmen bersama untuk keberlanjutan sumber daya air dan daya tahan lingkungan. “Ini komitmen kita untuk jaga potensi longsor. 300 pohon di DAS Liliba adalah wujud kolaborasi kita dengan PLAN agar pengelolaan air dan perlindungan lingkungan berjalan baik,” tambahnya.
 
Ia juga menekankan peran bersama pemerintah, mitra, dan warga untuk jaga hasilnya. “Ke depan akan ada monitoring evaluasi, dengan melibatkan semua pihak agar apa yang sudah dibangun tetap terjaga,” tutupnya.
 
Dari sisi PLAN Indonesia, kegiatan ini adalah bagian dari Program CERAH (Cerdas Kelola Air dan Lahan untuk Keberlanjutan), yang mempromosikan pengelolaan sumber daya air dan lahan secara terpadu. DAS Liliba dijadikan proyek percontohan yang diharapkan bisa ditiru di DAS lain di Kota Kupang.
 
Keberhasilan penanaman 300 pohon juga karena sinergi Tim 11 dan berbagai mitra yang peduli akan air. Kolaborasi multi-pihak ini dianggap fondasi penting agar upaya perbaikan lingkungan tidak cuma sekadar seremoni.
 
PLAN Indonesia juga menekankan prioritas keberlanjutan program. Setelah penanaman, setiap OPD dan mitra diharapkan ikut merawat tanaman sampai tahun kedua – mulai dari penyiraman rutin, pemanfaatan teknologi tepat guna, hingga monitoring evaluasi berkala untuk cek efektivitasnya. Dengan pendekatan kolektif ini, diharapkan DAS Liliba bisa jadi contoh bagaimana kolaborasi multi-pihak bisa bawa perubahan lingkungan yang berkelanjutan di Kota Kupang.

Dengan demikian, penanaman pohon di DAS Liliba bukan hanya aksi sekaligus, melainkan permulaan langkah-langkah kolaboratif jangka panjang untuk melindungi lingkungan, menjaga sumber daya air, dan menciptakan Kota Kupang yang lebih aman dari risiko bencana. Semua pihak bertekad untuk menjaga komitmen ini agar wujudkan perubahan nyata yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Edit: dwn//gpi
Sumber: prokopim kota Kupang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wagub Johni Asadoma: Jangan Tunggu Sekarat, Deteksi Dini Kanker Itu Harga Mati!

KUPANG, Pena Indonesia – Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, melempar peringatan keras kepada warga, khususnya kaum perempuan di NTT. Pesanny...