Senin, 01 Desember 2025

Kupang Darurat Stunting? Ini Jurus Jitu Wali Kota!

Kupang, Pena Indonesia – Pemerintah Kota Kupang terus berupaya menekan angka stunting melalui berbagai program terintegrasi. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi membuka Aksi Ke-3 Penguatan Pelaksanaan Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (PPPS) 2025 di Hotel Kristal, Senin (1/12). Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 80 peserta yang terdiri dari perwakilan perangkat daerah, kecamatan, serta operator lapangan dari seluruh kecamatan di Kota Kupang.

Turut hadir para Kepala Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Kota Kupang, narasumber dari Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Provinsi NTT, Vince Pansula, SKM, Ketua Koalisi Kependudukan NTT, Prof. I Gusti Ariana, M.S., serta Ketua Tim Penyusun GDPK Drs. Andreas Asan, M.M.

Dalam sambutannya, Wali Kota Christian Widodo menekankan bahwa pencegahan stunting harus menjadi prioritas utama. Menurutnya, intervensi setelah anak lahir dalam kondisi stunting membutuhkan biaya yang sangat besar dan hasilnya pun tidak selalu optimal. Oleh karena itu, fokus utama penanganan stunting harus diarahkan pada upaya pencegahan sejak dini.
 
"Stunting harus kita cegah sejak awal. Jika anak sudah lahir stunting, mengejar tumbuhnya itu 50:50 hasilnya. Karena itu fokus kita harus pada pencegahan," tegas Wali Kota.
 
Lebih lanjut, Wali Kota menyoroti pentingnya edukasi gizi dan kesehatan reproduksi bagi remaja. Ia menjelaskan bahwa banyak kasus stunting berawal dari kehamilan yang tidak direncanakan. Perencanaan keluarga yang matang, kesiapan ekonomi, serta dukungan dari pasangan menjadi faktor kunci dalam keberhasilan pencegahan stunting.
 
"Kita harus memberikan edukasi yang benar kepada remaja tentang gizi dan kesehatan reproduksi. Dengan perencanaan yang baik, kita bisa mencegah kehamilan yang tidak diinginkan dan mengurangi risiko stunting," tambahnya.

Saat ini, prevalensi stunting di Kota Kupang berada pada angka 16,3 persen. Pemerintah Kota Kupang menargetkan penurunan angka ini melalui intervensi terintegrasi yang melibatkan berbagai sektor. Plt. Sekretaris Bappeda Kota Kupang, Imelda Fonyke Nange, menjelaskan bahwa Aksi Ke-3 ini merupakan tindak lanjut dari Aksi 1 Analisis Situasi dan Aksi 2 Penguatan Perencanaan. Kegiatan ini bertujuan untuk menyusun penandaan kegiatan per indikator layanan PPPS, sekaligus memfinalisasi dokumen Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) Kota Kupang tahun 2025-2045, yang akan menjadi pedoman pembangunan berbasis kependudukan di Kota Kupang.
 
Wali Kota Christian Widodo menutup sambutannya dengan mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi dalam upaya pencegahan stunting. "Di dalam persatuan kita menemukan kemenangan," pungkasnya.

Melalui kolaborasi yang solid dan implementasi program yang terarah, Kota Kupang optimis dapat mencapai target penurunan stunting, mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera.

Penulis: dwn//gpi
Sumber: prokopim kota Kupang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wagub Johni Asadoma: Jangan Tunggu Sekarat, Deteksi Dini Kanker Itu Harga Mati!

KUPANG, Pena Indonesia – Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, melempar peringatan keras kepada warga, khususnya kaum perempuan di NTT. Pesanny...