Dalam kongres yang dihadiri perwakilan dari berbagai daerah, Eurico menekankan bahwa FKPTT adalah garda depan perjuangan demi keadilan dan kesejahteraan eks pejuang Timor Timur, bukan sekadar tempat bersilaturahmi.
"Kami merasa menang, tetapi sekaligus merasa kalah. Bukan karena tidak ada sukacita dalam kemenangan, tetapi karena masih ada rasa ketidakadilan yang kami rasakan," ujar Eurico dengan nada prihatin.
Eurico juga menyoroti perjalanan FKPTT selama empat tahun terakhir yang membuktikan bahwa semangat setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap membara dalam diri setiap eks pejuang Timor Timur. Ia menegaskan bahwa FKPTT lahir dari sumpah setia kepada NKRI, yang merupakan harga mati.
"Kongres ini bukan sekadar ajang pertemuan, tetapi representasi dari 52 ribu jiwa eks Timor Timur yang tersebar di seluruh pelosok negeri," tegasnya.
Misi utama FKPTT, menurut Eurico, adalah memperjuangkan kehormatan dan kelayakan hidup bagi setiap eks pejuang Timor Timur yang telah mengabdikan diri kepada negara. Ia menegaskan bahwa perjuangan ini didasari oleh semangat patriotisme dan cinta kepada Republik Indonesia.
Selain itu, Eurico juga menyoroti permasalahan yang masih dihadapi oleh ribuan veteran yang belum mendapatkan legalitas dan hak-hak yang seharusnya mereka terima. Ia berjanji bahwa FKPTT akan terus berjuang untuk mendapatkan pengakuan bagi 2.800 veteran yang hingga saat ini masih bermasalah.
Isu lain yang menjadi perhatian adalah kondisi tempat tinggal para eks pejuang Timor Timur yang masih banyak hidup di rumah yang tidak layak dan belum memiliki status kepemilikan yang jelas. Eurico menegaskan bahwa FKPTT akan konsisten memperjuangkan hak-hak mereka agar mendapatkan tempat tinggal yang layak dan status kepemilikan yang jelas.
Kongres I FKPTT ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat soliditas organisasi dan merumuskan langkah-langkah strategis dalam memperjuangkan hak-hak eks pejuang Timor Timur. Eurico mengajak seluruh anggota FKPTT untuk terus bersemangat dan bersatu dalam mencapai tujuan bersama.
Penulis: dwn//gpi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar