Pertemuan strategis ini tidak hanya membahas rutinitas birokrasi, tetapi menyoroti dua agenda besar: Kesiapan Kota Kupang sebagai tuan rumah Konsultasi Nasional FKUB Tingkat Provinsi NTT pada Oktober 2026 mendatang, serta penguatan anggaran untuk menjaga stabilitas kerukunan.
Fokus Dialog, Bukan Slogan
Wali Kota Christian Widodo menegaskan bahwa predikat "Kota Toleransi" yang disandang Kupang bukan sekadar slogan di atas kertas. Ia menuntut tindakan nyata melalui dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan setiap riak persoalan beragama yang muncul.
"Semua harus diselesaikan melalui mekanisme dan dialog. Kita duduk bersama, membuka hati, dan mencari jalan terbaik. Jangan sampai persoalan lokal justru memicu ketegangan yang lebih luas," tegas Christian di hadapan jajaran FKUB dan pejabat Setda Kota Kupang.
Ia juga mendorong FKUB untuk lebih masif menyasar generasi muda dan memperkuat program Kampung Kerukunan agar benih-benih intoleransi tidak mendapat ruang.
Persiapan Tuan Rumah Nasional
Ketua FKUB Kota Kupang, Pdt. Mercy Paula Pattikawa, S.Th, dalam kesempatan tersebut memaparkan rencana besar Kota Kupang menyambut perwakilan FKUB dari seluruh Indonesia pada akhir tahun ini.
Momentum nasional tersebut diharapkan menjadi panggung bagi Kupang untuk membuktikan kualitas toleransinya di level nasional. Namun, Mercy juga menggarisbawahi pentingnya dukungan anggaran dari pemerintah kota agar agenda strategis ini berjalan maksimal.
"Kami berharap dukungan dari pemerintah kota agar kegiatan ini berjalan baik, sekaligus memperkuat citra Kota Kupang sebagai kota toleransi," ujar Pdt. Mercy.
Hadir mendampingi Wali Kota dalam audiensi tersebut antara lain Sekda Kota Kupang, Jeffry E. Pelt, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kaban Kesbangpol, serta Plt. Kepala Bappeda. Sementara dari pihak FKUB, hadir pula Wakil Ketua RD Longginus Bone dan H. Muhammad, serta Sekretaris Pdt. Yosafat Chandradireja.
Sumber: Bagian Prokopim Setda Kota Kupang
Editor: dwn//gpi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar