KUPANG – Langkah besar untuk mendokumentasikan jejak sejarah perjuangan pro-integrasi dan otonomi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mulai dipersiapkan. Pada hari ini, Rabu, 4 Februari 2026, bertempat di Kupang, jajaran Dewan Pakar DPP Forum Komunikasi Pejuang Timor Timur (FKPTT) menggelar rapat strategis terkait rencana penerbitan literatur bersejarah tersebut.
Rapat ini dihadiri oleh jajaran intelektual dan tokoh agama dan Dewan Pakar, di antaranya:
Eurico Guterres,SE,.MM
Pater Gregor Neonbasu, PhD., SVD
DR. Pater David Amfotis,SVD
DR. Romo Valens, Pr
BPK Primus Lake
Pater Pit Salu,SVD
Drs. Jos Neno
Agusto da Costa,SH
Felisberto Amaral
Noldi DA Costa
Alberto Pinto
Florent Araujo
Pertemuan ini juga dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan pusat, yakni Ketua Umum, Ketua Harian, serta Ketua Dewan Kehormatan FKPTT. Kehadiran para pimpinan ini menegaskan komitmen organisasi dalam mengawal narasi sejarah yang akurat dan berimbang bagi generasi mendatang.
Fokus utama pertemuan ini adalah membahas teknis dan substansi penulisan buku versi pro-integrasi/ otonomi. Buku ini diharapkan menjadi referensi penting yang memotret sudut pandang, perjuangan, serta dedikasi masyarakat yang memilih tetap bersama Indonesia dalam catatan sejarah Timor Timur.
Pihak FKPTT menekankan bahwa penulisan buku ini bukan sekadar pengingat masa lalu, melainkan upaya memperkuat jati diri bangsa dan memberikan edukasi kepada publik mengenai kompleksitas peristiwa sejarah di masa itu secara objektif.
Harapan dan Dukungan
"Semoga niat baik ini mendapat dukungan dari semua pihak agar proses penulisan bukunya berjalan lancar sebagaimana kita harapkan bersama," ungkap salah satu perwakilan Dewan Pakar di sela-sela rapat.
Rencana literasi ini diharapkan dapat menjadi warisan intelektual yang berharga, sekaligus menjadi jembatan rekonsiliasi dan pemahaman sejarah yang lebih utuh bagi seluruh rakyat Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar