Pertama; bahwa kapal ASDP adalah transportasi utama masyarakat NTT yang menjadi penghubung antar pulau. Oleh karena itu pembenahan fasilitas kapal dan terminal darat yang layak dan manusiawi harus menjadi perhatian utama. Saat ini fasilitas kapal masih perlu diperbaiki dan ruang tunggu masih jauh dari nyaman.
Kedua; fasilitas kapal yang dimaksud adalah tempat tidur yang perlu ditambah bagi armada ASDP untuk rute pelayaran 12-15 jam. Jika tetap menyediakan kursi seperti saat ini maka kursi tersebut harus bisa dilipat untuk tidur. Kursi saat ini hemat kami kurang manusiawi karena penumpang hanya bisa duduk selama 12-15 jam.
Ketiga; khusus untuk kapal perintis KM Ile Mandiri yang melayani rute Kupang-Larantuka-Solor-Adonara-Lembata agar rutin melayari rute tersebut dan tidak melakukan pelayaran karena alasan gangguan teknis kapal atau alasan operasional lainnya kecuali faktor cuaca. Sebab hal ini selalu menjadi keluhan para pengguna jasa kapal, khususnya kendaraan ekspedisi antar pulau dari Larantuka-adonara-Lembata PP. Jika KM Ile Mandiri mengalami gangguan agar disiapkan kapal pengganti atau dilayani kapal jalur komersil sebanyak 2 kali seminggu guna menghindari kehadiran kendaraan dan lancarnya distribusi logistik antar pulau.
Keempat; agar tiket VIP bisa dibeli melalui aplikasi tiket. Selama ini pengguna jasa hanya bisa membeli tiket ekonomi. Jika ingin membeli tiket VIP, hanya bisa dilakukan dengan menambah uang di loket atau membayar langsung ke ABK saat di dalam kapal. Hal ini berpotensi merugikan ASDP karena bisa saja pembayaran tersebut tidak masuk ke kas ASDP.
Kelima; khusus kargo hewan dengan tujuan Waingapu agar perlu mempertimbangkan opsi lain dengan tidak memuat hewan dalam jumlah banyak bersama penumpang. Sebab penumpang sering menyampaikan keluhan karena ketidaknyamanan menghirup bau amoniak selama belasan jam.
Keenam; guna mencegah penumpang di loket saat cek di tiket, agar ditambah petugas dan mesin ADC di loket. Hal ini sering menjadi komplain rutin penumpang karena lama waktu tunggu cek di tiket karena petugas terbatas hanya 2 orang. Terhadap berbagai keluhan tersebut, GM ASDP NTT Wijaya Santosa menyatakan siap melakukan pembenahan layanan dan untuk itu segera berkoordinasi ke ASDP pusat. Terkait layanan rute perintis dengan KM Ile Mandiri diinformasikan bahwa saat ini KM Ile Mandiri sedang menjalani docking selama 20 hari ke depan di Surabaya sehingga untuk kapal pengganti akan disiapkan 2 kali trip dari jalur komersil Larantuka dan Lewoleba guna menghindari memapar kendaraan di Larantuka -adonata dan Lembata. Untuk gedung terminal baru yang selama ini mankrak akan dilanjutkan dan diperkirakan bisa digunakan pada pertengahan tahun 2026. Khusus tiket VIP, akan disampaikan ke pusat IT agar bisa dilakukan pembelian melalui aplikasi karena persoalan aplikasi tiket VIP terjadi di seluruh Indonesia. Sedangkan mengenai tempat tidur dan kursi yang bisa digunakan untuk tidur, saat ini sedang diusulkan dan semoga segera dipenuhi untuk optimalisasi pelayanan. Tambahan petugas di loket juga akan diupayakan guna menghindari antrian penumpang. Sementara untuk pengangkutan ternak ke Waingapu, akan dibicarakan bersama Pemda Sumba Timur, Pengusaha dan KSOP agar diangkut khusus ternak pada pelayaran tertentu yang disepakati bersama dan tidak diangkut bersama penumpang untuk menjaga kenyamanan penumpang. Untuk itu GM ASDP NTT meminta dukungan seluruh masyarakat NTT untuk melakukan pembenahan layanan. Terima kasih kepada GM dan manager usaha ASDP NTT atas kunjungan dan diskusi bersama hari ini.
# OmbudsmanRI
# OmbudsmanNTT
# Awasi, Tegur dan Laporakan melalui : 0811-1453-737

Tidak ada komentar:
Posting Komentar